MITA/CARI

Kamis, 23 Oktober 2014

KATERING KAMPUNG


KATERING KAMPUNG
Seperti biasa aku sibuk dengan promosi kateringku. Aku seperti tidak ada waktu untuk ayahku sebagai seorang  presiden. Bahkan untuk diriku sendiri aku tak punya waktu. Setiap saat yang ada di kepalaku adalah bagaimana kateringku bisa laku keras, populer tanpa pencitraan, diminati, dan mendapat untung yang banyak.
Pada hari pelantikan ayahku, aku sangat sakit hati. Bagaimana tidak, aku diwajibkan mengenakan jas hitam rapi sekalian dasi pedang panjang dipandu celana panjang yang juga berwarna hitam. Semua itu sangat aku banci. Namun apa boleh buat, aku sebagai anak tertuanya  harus tetap mendampinginya pada hari penobatan.
Sebenarnya aku tak begitu peduli dengan urusan ayahku. Sebab beliau sudah sangat terkenal dibandingkan dengan kateringku. Setiap saat kulihat gambar ayahku terpampang di salah satu tivi swasta dengan penuh puja-puji, setiap ucapan ayahku selalu dielu-elu seperti suara dewa. bahkan kadang kala yang tak pernah ayahku buatpun ditampilkan dengan penuh takjub dan mempesona. Boleh dibilang ayahku seperti  tak  pernah buat salah. Jika beliau buat salah, pendukunya rame-rame membela.
Pernah suatu hari ayahku turun dari mobil dinasnya kemudian berjongkok berjam-jam dalam sebuah lobang jalan hanya untuk difoto dan diwawancari oleh salah satu koran nasional yang hampir sempat bangkrut. Baru-baru ini kudengar dari temanku klo lobang itu semakin melebar dan tak pernah diperbaiki. Tapi anehnya, koran nasional itu tak jadi bangkrut gara-gara memasang gambar ayahku disampul depannya.
Lalu bagaimana dengan nasip kateringku? Aku tak bisa berharap banyak kepada ayahku. Sebab ayahku sama sekali tak ada pengalaman dalam bidang katering. Beliau adalah pengusaha perabot kayu, itupun warisan dari nenekku. Ayahkupun tidak bisa berbahasa inggris, sama denganku. Tidak bisa berbica profresinal,  sama dengan ku. Tidak memiliki wibawa, sama denganku. Terlalu planga-plango, sama denganku. Bahkan aku sangat mengkhawatirkan beliau jika dijadikan pimpinan kofrensi negara-negara dunia. Sebagai seorang kepala negara apa yang akan beliau lakukan? Hanya tuhan yang tahu!
Bersambung……..

Senin, 18 November 2013

HACKER ACEH JEBOL SEVER HEBAT SEDUNIA "NASA"

Kalimat, "Tidak ada yang aman di internet," mungkin dapat diaplikasikan ke semua website atau apapun di dunia maya. Buktinya, sebuah server sekaliber NASA pun berhasil jebol. Terdapat satu informasi mengenai peretasan terbaru. Dalam informasi itu menjelaskan bahwa 8 website sub-domain NASA berhasil dibobol peretas dengan mengganti tampilan depannya (deface). Dikutip dari Cyber Protector (16/11), perlu diketahui bahwa selain website Pentagon dan beberapa situs di luar negeri, website milik NASA menggunakan server paling kuat dan hebat di dunia. Namun, dengan berhasil jebolnya sistem mereka menandakan bahwa memang tidak ada yang aman ataupun kuat di jagat internet ini. Seperti contoh lain adalah 3 website resmi milik pemerintah Australia yang beberapa hari lalu akhirnya juga berhasil lumpuh karena serangan hacker Indonesia. Katanya pelakunya orang Aceh, entah benar, wallahu 'alam.

PENEMU KOIN EMAS: SAYA MALU SAMA ALLAH

Nama Fatimah akhir-akhir ini santer dibicarakan oleh warga Banda Aceh. Wanita berusia 45 tahun itu mengemuka setelah penemuan koin emas di Aceh. Fatimah adalah orang pertama yang menemukan koin emas itu pada hari Senin 11 November 2013 pukul 12.30 Wib di Gampong Pande. Setelah itulah Banda Aceh heboh. Dari kulit wajahnya yang menghitam, membuktikan ia setiap hari dibakar teriknya matahari. Rutinitas kesehariannya adalah mencari tiram untuk menghidupi keluarganya. Sedangkan suaminya adalah seorang buruh tempel ban kendaraan roda dua. Keluarganya memang tergolong orang miskin Dia lebih sering menyendiri dan sulit ditemui setelah namanya kerap diperbincangkan. Fatimah, setiap harinya mengumpulkan tiram di rawa-rawa tersebut. Setiap pukul 8 pagi, ia setiap hari sudah berada di lokasi itu. Wanita paruh paya itu memang tidak sendiri, ia ditemani oleh 6 orang rekannya. Fatimah memang sulit untuk diwawancarai wartawan. Ia juga tidak mau diambil gambar oleh fotografer dan juga televisi. Bahkan, kalau dibilang dari wartawan, ia pun langsung menghindar. "Jangan foto saya, saya malu sama Allah," ungkap Fatimah dengan bahasa Aceh kental. Setelah melalui proses panjang melakukan pendekatan oleh wartawan. Akhirnya, Fatimah sedikit bercerita kisah ia pertama kali menemukan koin emas itu saat ditemui wartawan, Kamis (14/11). Cerita Fatimah Temukan Koin Emas Menurut kisahnya, saat itu dia bersama rekan seperti biasa mencari tiram. Lokasi letak kaleng yang berisi koin emas itu awalnya lebih dekat dengan rekannya itu. Tapi keberuntungan memihak padanya, karena sudah menjelang siang, rekannya memilih beristirahat. Akan tetapi, Fatimah terus melanjutkan memungut tiram di antara himpitan karang dan bebatuan yang ada di lokasi itu. Fatimah terus bekerja karena tiram yang ada dalam keranjangnya masih sedikit. Tiba-tiba, ia menemukan sebuah benda asing. Lalu ia pun mengambilnya. Ia berpikir awalnya itu adalah sebuah mainan, ia mengambilnya untuk diberikan pada anaknya yang masih duduk di Sekolah Dasar kelas 3. "Saya pikir itu kuningan, mau saya kasih untuk anak untuk dijadikan mainan," tukasnya. Ternyata benda itu adalah emas. Jumlahnya ada sekitar 30 koin emas. Saat pertama menemukan, dia beranggapan temuan itu hanya kepingan koin biasa. Dia juga memanggil rekannya yang sedang beristirahat memperlihatkan temuan itu. Sontak saja, salah seorang dari mereka mengenal itu seperti emas. Karena dibilang itu emas, Fatimah mengatakan pada rekannya ada banyak tumpah waktu dia buka kaleng di rawa-rawa. Rekannya pun langsung terjun kembali mencari keping koin emas yang tumpah tadi. Alhasil, rekannya pun menemukan beberapa keping emas sisa yang tumpah dari kaleng yang pecah. "Waktu itu saya bilang sama rekan saya, dibilang itu emas. Sampai ke rumah saya letakkan koin itu dalam tiram itu," katanya. Karena air laut sudah pasang, kedalamannya sudah mencapai dada orang dewasa, mereka pun menghentikan pencarian. Meskipun sebelumnya mereka tetap mencari dengan melangkah pelan-pelan dan menginjak kakinya ke tanah untuk mencari koin emas itu. "Ada beberapa koin yang tumpah itu diambil oleh rekan saya," sebut Fatimah. Demikian dilansir Merdeka. 30 koin Emas Fatimah, hanya dihargai Rp 5 Juta Mirisnya mendengar kisah Fatimah, Betapa tidak, koin emas yang ia miliki sebanyak 30 butir, hanya dihargai Rp 5 juta. Ceritanya, setelah menemukan koin, ada seorang agen yang tidak ia kenal datang ke rumahnya meminta untuk membeli koin emas itu. "Datang rumah saya minta beli Rp 5 juta 30 keping koin emas itu. Akhirnya saya lepas," tukasnya. Fatimah berniat mengadakan kenduri untuk anak-anak yatim dan fakir miskin atas hasil penjualan koin emas itu. Dari raut wajah, dia terlihat menyesali telah menjual koin emas itu. "Saya malu sama Allah, makanya saya mau kenduri untuk anak yatim," tutupnya, tak mau lagi diwawancara.

Minggu, 17 November 2013

HUJAN DEBU GUYUR ACEH SELATAN

Enzus Center. Menurut pantauan ENZUS CENTER, hujan debu sudah mulai melanda pantai selatan sejak malam tadi, daerah yang paling berat guyuran hujan debu adalah kecamatan Kluet Utara, Kluet
selatan dan sebagian Tapak Tuan. Menurut beberapa informasi , Debu vulkanik mirip pasir halus berwarna semen itu berasal dari semburan Gunung Sinabung medan “Kami minta perhatian pemerintah segera. Terutama bantuan masker. Karena kami disini ketiadaan masker. Untuk sementara kami pakai tahan kain selendang, baju dan sapu tangan untuk menutupi hidung. Karena debu ini benar-benar sangat mengganggu,” pinta Enzufrizal salah seorang penduduk setempat. Dalam informasi lain, harga masker di Aceh Selatan semakin mahal. Apakah Pemerintah menunggu jatuh korban dulu? BAHAYA HUJAN DEBU Para ilmuwan telah menjelaskan jika abu yang dihasilkan oleh gunung yang meletus bisa menjadikan tanah lebih subur. sehingga secara tidak langsung bisa meningkatkan hasil produksi pertanian. tapi selain memberi manfaat,debu yang dihasilkan oleh letusan gunung berapi juga mengandung bahaya untuk manusia . di dalam debu tersebut ada zat zat yang berbahaya,yang hanya bisa dilihat dengan sarana mikroskup. zat tersebut biasa di gunakan di dunia industri kaca yang dipakai di rumah rumah dan gedung gedung di sekeliling kita.. zat tersebut terkandung dalam abu vulkanik atau abu yang berasal dari letusan gunung berapi yang sangat halus. nama dari zat yang terkandung di dalam abu vulkanik itu adalah silikon dioksida atau silika. dalam ilmu kimia,ia dilambangkan dengan SiO2. berdasarkan hasil analisa para ahli dilaboratorium, zat silika ini bentuknya halus, ujungnya runcing dan bagìan tepinya juga runcing. tentu hal ini sangat membahayakan para korban atau siapa saja yang terkena imbas letusan ini. menurut para ahli,jika debu yang mengandung silika ini sampai terhirup maka bisa mengakibatkan robeknya jaringan paru paru,mengganggu pernafasan dan kerja paru paru. jika debu yang besilika ini mengenai mata korban, maka akan merusak mata,pandangan jadi kabur dan bisa merusak cara kerja mata. melihat betapa bahayanya debu vulkanik ini maka kita hendaknya melakukan beberapa langkah berikut, yang pertama, pastikan anda telah mengetahui bahaya zat silika bagi paru paru dan mata yang kita punya. yang kedua...bila anda terkena atau terlanjur terkena debu vulkanik maka segera hubungi dokter dan tenaga medis yang punya kompetensi dibidangnya. atau bisa langsung ke dokter THT dan juga dokter mata. yang ketiga, jaga mata dan hidung anda,jangan asal menghirup dan memandang. lihat dulu apa yang anda hirup. jangan mencium wanita yang berdebu vulkanik atau pun memandang dan mendekatkan mata anda ke orang yang berdebu vulkanik,karena ia berbahaya,mengandung silika,yang runcing dan bisa mengancam kesehatan anda. kalau mau mencium maka carilah yang bersih. jika semua wanita terkena debu vulkanik,maka cari sapi yang bersih untuk pengganti. yang keempat...jangan pelit dengan informasi yang anda miliki, bagikan pengetahuan anda tentang bahaya zat silika yang terkandung di debu vulkanik. bagi lewat sms,facebook,twitter dan sampaikan dari mulut ke mulut dan lain sebagainya. (Enzuharisman)

Jumat, 26 Juli 2013

BENARKAH MOURSI AKAN DI BUNUH?

Kembali kita simak tweetannya Triomacan2000 Abu Dhabi. Sekali lagi, boleh percaya boleh tidak. Namun kita bisa mengambil pelajaran, betapa kisruh Mesir sebenarnya serbuan Israel dengan agen-agen loyalnya. Apa yang disampaikan sebelumnya melalui akun twitternya, benar-benar terjadi. Berikut ini kita akan semakin dibuat berdebar, bangsa Mesir telah berubah 180 derajat dari bangsa yang toleran, murah senyum, cinta syariat Islam, menjadi masyarakat yang brutal dan membenci Islam.
1. Tim think-tank mengadakan rapat darurat beberapa jam yang lalu dari sekarang. Tim think-tank mememerintahkan As-Sisi melakukan operasi penumpasan terhadap Presiden Moursi dalam 3 hari yang akan datang. Kematian Moursi akan diberitakan akibat serangan jantung. #topsecret 2. Hari ini akan dikirimkan perintah pembunuhan Presiden Moursi kepada Kedubes AS di Kairo, untuk kemudian eksekusi dilakukan atas restu dan izin dari Dubes AS di Kairo. #topsecret 3. Dalih pembunuhan Moursi adalah agar tidak ada lagi tuntutan demonstran yang meminta untuk mengembalikan Moursi berkuasa. Masalah Moursi akan berakhir seiring kematiannya. #topsecret 4. Setelah ada persetujuan dari Dubes AS untuk membunuh Moursi, maka akan langsung dilakukan As-Sisi secara pribadi melalui serum Israel yang dibawa ElBaradai waktu mengunjungi Israel 1 minggu lalu. #topsecret 5. Ada target operasi yang diperintahkan As-Sisi yaitu membunuhi seluruh demonstran Kristen dan preman dan orang-orang yang mendukungnya besok (Jumat), untuk kemudian membantai demonstran Tahrir dan Ittihadiyah atas perintah As-Sisi. #topsecret 6. Oleh karena itu, George Yichaq, tokoh Koptik melarang pengikut Koptik mendatangi demonstrasi proMoursi Jumat. #topsecret 7. Tujuan pembantaian pendukung kudeta adalah untuk dijadikan alasan/dalih bagi As-Sisi menuduh proMoursi yang melakukan, untuk kemudian pembantaian proMoursi dilakukan dan membubarkan demonstrasi proMoursi. #topsecret 8. Wahai para demonstran proMoursi, Presiden yang sah dan mulia, Jumat teruslah waspada dan jangan sampai lari dari gelangang. Yakinlah Moursi akan kembali, walaupun operasi kudeta makin frustasi. #topsecret 9. Sebarluaskan rencana operasi pembunuhan Presiden Moursi seluas mungkin, baik melalui mimbar-mimbar atau link-link agar As-Sisi tahu bahwa Allah akan membuka kebusukannya atas nyawa syuhada yang ia bantai. #topsecret 10. Kepada demonstran yang memenuhi seruan As-Sisi, waspadalah kalian akan kembali dengan kain kafan, menjadi jenazah demi ambisi syetan dan darah kalian hanya akan jadi tebusan keserakahan As-Sisi. 11. Saya yakin, akan ada perubahan saat rencana busuk ini terungkap ke publik. Namun kita wajib superwaspada, As-Sisi seorang pengkhianat sejati, mengkhianati sumpah setia dan doktrin militer. 12. Tengoklah penjara-penjara militer dipenuhi prajurit dan perwira-perwira terhormat yang menolak tegas kebijakan As-Sisi terhadap Presiden terpilih Moursi.

Minggu, 11 November 2012

DARI SABANG UNTUK PALESTINA

Sejumlah relawan Kota Sabang untuk palestina (KNRP)tadi pagi terlihat memenuhi jalan-jalan utama Kota Sabang, terutama jalan perdagangan, Yossudarso, dan pasar Tangga Tujuh. Kehadiran mereka adalah untuk menggalang dana secara besar-besaran buat masyarakat palestina yang dilanda penderitaan panjang akibat kebiadaban Zionis Israil. dalam kesempatan itu "Hendrik" sabagai kordinator lapangan mengatakan, bahwa penggalangan dana ini murni seratus persen untuk pembangunan infaktural bagi masyarakat Palestina. ia menambahkan, inilah saat yang tepat, kesempatan kita untuk melakukan yang terbaik bagi saudara kita disana. Pantauan Enzus Center dari beberapa titik penggalangan, terlihat masyarakat Kota sabang begitu antusias dan simpati memberikan sumbangan kedalam kotak-kotak sumbangan yang disediakan panitia. B
ahkan salah seorang tukang becak terlihat ikut serta menggalang dana dengan membawa kotak amal sepanjang pasar. sapai jam 10.30 WIS (waktu Islam Sabang) dana yang telah terkumpul lebih kurang sekitar dua jutaan. Menurut Muliadi salah seorang relawan yang ikut dalan kigiatas tersebut mengatakan, bahwa nanti sore penggalangan dana akan dilanjutkan ke kampung-kampung. Bagi anda yang ingin menyumbang silakan mendatangi lang sung pos Komite Nasional Untuk Palestina Jalan Pergagangan, depan Kantor POS Kota Sabang, atau Hubungi HP. 08126933483 atas nama Abdurrahman.(Enzus Center)

Selasa, 06 November 2012

SEJARAH HANTU KOJEK

PENGERTIAN HANTU KOJEK Tak banyak yang tau, hantu kojek berasal dari bahasa apa. tapi hampir disetiap wilayah nusantara ada istilah Hantu Kojek. Kalau coba kita istilahkan, Hantu berarti sesuatu yang menakutkan dan sifatnya gaib, antara percaya dan tidak. sedangkan Kojek berarti hilang. jadi pengertian hantu kojekk secara umum adalah sesuatu (orang) yang bisa hilang/menghilangkan diri. menurut mamak saya, hantu kojek itu waktu hilang ia akan berubah menjadi raga (keranjang), kucing hitam atau batang pisang MENUNTUT ILMU KOJEK Kata nenek saya ada dua cara untuk bisa menjadi kojek. bila ada bayi yang meninggal dunia, calon hantu kojek akan menggalinya dimalam hari, kemudian ia gendong jasad baik itu sembari dikasih ketawa. Tak kala bayi itu ketawa, lidah bayi itu segera digigit sampai putus. nah, lidah inilah yang diambil untuk dijadikan jimat menghilangkan diri. makanya kita lihat dikampung-kampung, jika ada bayi yang meninggal dunia akan dikuburkan tak jauh dari rumah, bahkan dijaga sampai 3 malam. hal ini dilakukan supaya kuburan bayi itu tidak digali oleh orang yang membutuhkan ilmu kojek. Ada juga cara memperoleh ilmu kojek dengan memakan daging anjing hitam atau kucing hitam yang telah dikuburkan selama tiga hari-tiga malam. MANFAAT ILMU KOJEK adapun manfaat ilmu kojek antara lain: 1. bisa menghilangkan diri (biasanya berubah menjadi Raga (keranjang), batang pisang atau kucing hitam. 2. Bisa lari kencang 3. untuk mencuri
CARA MENANGKAP KOJEK Menurut nenek saya, kojek akan bisa ditangkap atau dilemahkan dengan cara memukul pakai batau kala, batang murung atau batang kuda-kuda. jangan sesekali membacok kojek dengan parang atau menembak dengan senampan, itu takkan berhasil Wallahhu 'aklam.

Rabu, 18 Agustus 2010

MANAJEMEN WAKTU

MENAJEMEN WAKTU

Enzuharisman

Manajemen waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu. Waktu menjadi salah satu sumber daya unjuk kerja. Sumber daya yang mesti dikelola secara efektif dan efisien. Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan efisien tidak lain mengandung dua makna,yaitu: makna pengurangan waktu yang ditentukan, dan makna investasi waktu menggunakan waktu yang ada. Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti rasio output dengan input. Tampak dan dirasakan seperti membuang-buang waktu dengan mengikuti fungsi manajemen dalam mengelola waktu. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu. Dari tinjauan secara komprehensif pekerjaan yang hendak dikerjakan dan rumusan tertulis sebuah rencana dapat diketahui prioritas hubungan antar aktifitas yang akan dikerjakan sendiri serta didelegasikan. Jebakan yang sering muncul disini adalah rasa percaya diri dapat cepat bila dikerjakan sendiri dimana itu perasaan yang kurang tepat. Setelah pengorganisasian terjadi maka penggerakan pun dilakukan yang mencakup pelaksanaan sendiri dan pemberian motivasi kepada pemegang delegasi. Satu hal yang penting ialah komitmen kuat untuk konsisten pada rencana dan mengeliminasi gangguan-gangguan termasuk permintaan bantuian dari atasan maupun bawahan dengan cara berani mengatakan “TIDAK”. Akhirnya setelah selesai tuntas pekerjaan dilakukan pengawasan berdasarkan rencana, yang tidak lupa memberikan reward terhadap keberhasilan. Dalam situasi waktu sesuai rencana belum habis sedangkan pekerjaan telah tuntas seyogyanya dipergunakan untuk menambah kuantitas, merencanakan pekerjaan selanjutnya dan atau investasi waktu. Pendek kata, kualitas manajamen waktu berpedoman kepada empat indikator,yaitu: tetap merencanakan, tetap mengorganisasikan, tetap menggerakkan, dan tetap melakukan pengawasan. Empat prinsip tersebut, applikabel dalam semua pekerjaan. Variasi terjadi dalam kerumitan dan kecepatan setiap tahap dilakukan. Perencaaan jangka panjang jelas lebih rumit dan relatif lama dari perencanaan jangka pendek, bahkan karena begitu pendeknya dimungkinkan perencanaan begitu singkat yang berlangsung dalam hitungan detik. Commited to time.

Diterbitkan di: Agustus 28, 2007


Manajemen Waktu dan Kualitas Diri

Dalam Al-Qur’anul Karim Surat Al-Ashr (103): 1-3, Allah berfirman yang artinya sebagai berikut.

1. Demi masa.

2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Ayat di atas menjelaskan bahwa manusia memang benar-benar berada dalam kerugian apabila tidak memanfaatkan waktu yang telah diberikan oleh Allah secara optimal untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan baik. Hanya individu-individu yang beriman dan kemudian mengamalkannyalah yang tidak termasuk orang yang merugi, serta mereka bermanfaat bagi orang banyak dengan melakukan aktivitas dakwah dalam banyak tingkatan.


Lebih lanjut, dalam Al-Qur’an surat Al-Imran (3) ayat 104, Allah berfirman, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.”

Dengan demikian, hanya orang-orang yang mengerjakan yang ma’ruf dan meninggalkan yang munkarlah orang-orang yang memperoleh keuntungan.

Setiap muslim yang memahami ayat di atas, tentu saja berupaya secara optimal mengamalkannya. Dalam kondisi kekinian dimana banyak sekali ragam aktivitas yang harus ditunaikan, ditambah pula berbagai kendala dan tantangan yang harus dihadapi.

Seorang muslim haruslah pandai untuk mengatur segala aktivitasnya agar dapat mengerjakan amal shalih setiap saat, baik secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal, dirinya menginginkan sebagai ahli ibadah, dengan aktivitas qiyamullail, shaum sunnah, bertaqarrub illallah, dan menuntut ilmu-ilmu syar’i. Dalam hubungannya secara horizontal, ia menginginkan bermuamalah dengan masyarakat, mencari maisyah bagi keluarganya, menunaikan tugas dakwah di lingkungan masyarakat, maupun di tempat-tempat lainnya.

Semua itu tentu saja harus diatur secara baik, agar apa yang kita inginkan dapat terlaksana secara optimal, tanpa harus meninggalkan yang lain. Misalnya, ada orang yang lebih memfokuskan amalan-amalan untuk bertaqarrub ilallah, tanpa bermu’amalah dengan masyarakat. Ada juga yang lebih mementingkan kegiatan muamalah dengan masyarakat, tetapi mengesampingkan kegiatan amalan ruhiyahnya.

Dalam hal ini, manajemen waktu untuk merencanakan, mengatur, dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang ada haruslah memiliki landasan-landasan berikut.

1. Pengetahuan kaidah yang rinci tentang optimalisasi waktu

Setiap muslim, hendaknya memahami dan mengetahui kaidah-kaidah yang rinci tentang cara mengoptimalkan waktunya. Hal ini bertujuan untuk kebaikan dan kemaslahatan dirinya dan orang lain. Tokoh-tokoh seperti Imam Ibnul Jauzi, Imam Nawawi, dan Imam Suyuthi adalah orang-orang yang menjadi teladan bagi orang-orang yang bisa mengoptimalkan waktu semasa hidupnya.

2. Memiliki manajemen hidup yang baik

Setiap muslim haruslah pandai mengatur segala urusan hidupnya dengan baik, menghindari kebiasaan yang tak jelas, matang dalam pertimbangan dan mempunyai perencanaan sebelum melakukan pekerjaan. Ia harus berpikir, membuat program, mempersiapkan, mengatur dan melaksanakannya.

3. Memiliki Wudhuhul Fikrah

Seorang muslim haruslah memiliki keluasan atau fleksibilitas dalam berpikir, seperti mampu berpikir benar sebelum bertindak, berpengetahuan luas, mampu memahami substansi pemikiran dan paham. Hal itu penting sebagai dasar pengembangan berpikir ilmiah.

4. Visioner

Seorang muslim juga harus memiliki pandangan jauh ke depan, bisa mengantisipasi berbagai persoalan yag akan terjadi di tahun-tahun mendatang.

5. Melihat secara utuh setiap persoalan

Setiap orang yang dapat mengatur waktunya secara optimal, tidak melihat masalah secara parsial. Karena bisa jadi, persoalan itu memiliki kaitan dengan yang lainnya.

6. Mengetahui Perencanaan dan skala prioritas

Mengetahui urutan ibadah dan prioritas, serta mengklasifikasi berbagai masalah adalah faktor penting dalam mengatur waktu agar menghasilkan kerja yang optimal. Dengan membuat skala prioritas, akan menghindarkan dari ketidakteraturan kegiatan.

7. Tidak Isti’jal dalam mengerjakan sesuatu

Mengerjakan sesuatu dengan tidak tergesa-gesa dan berdasar pada ketenangan jiwa yang stabil merupakan landasan yang penting dalam mewujudkan hidup yang lebih baik.

Sementara, orang yang musta’jil menginginkan agar dalam waktu singkat ia mampu melakukan hal-hal yang terpuji, sekaligus meninggalkan hal-hal yang tidak terpuji. Hal ini jelas tidak sesuai dengan sunah kauniyah, yaitu hukum alam dan kebiasaan.

8. Berupaya seoptimal mungkin

Jika kita menginginkan terwujudnya aktivitas amal shalih, maka secara optimal kita harus mengarahkan diri pada persoalan itu sesuai kemampuan yang ada pada diri kita.

9. Spesialisasi dan pembagian pekerjaan

Setiap muslim haruslah memiliki keahlian tertentu. Ia boleh memiliki pengetahuan luas, tetapi ia juga perlu memfokuskan pada keahlian tertentu.

Landasan-landasan di atas hanya dapat dipenuhi, jika telah memenuhi syarat sebagai berikut.

1. Disiplin dan Pembiasaan sejak dini

Penanaman disiplin akan waktu, mengahargai waktu sejak kecil merupakan hal penting. Dengan demikian, ia akan terbiasa untuk mengatur hidupnya secara mandiri dan optimal untuk merencanakan berbagai macam aktivitas. Disiplin terkait dengan ibadah, tidur, makan, termasuk senda gurau. Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Berilah istirahat hati karena kalau dipaksakan akan membabi buta.”

2. Memiliki kecerdasan dan kejeniusan

Munculnya indikasi kecerdasan pada seseorang merupakan faktor penting untuk bisa mewujudkan hal di atas.

3. Memiliki kondisi fisik dan mental yang positif

Untuk melaksanakan manajemen waktu yang optimal, memang perlu ditunjang dengan adanya keinginan yang kuat, tindakan yang terus menerus, aktif, lapang dada, penuh optimisme, berpengetahuan luas, mampu memadukan berbagai pemikiran dan mampu mengendalikan emosi, seperti sedih, berduka dan susah, di samping memiliki budi pekerti dan akhhlak yang tinggi.

4. Memiliki ketrampilan

Pengetahuan yang luas, tanpa diiringi dengan ketrampilan hanya akan menjadi aksi yang tidak kongkret. Banyak orang yang pandai berbicara, tetapi hanya sedikit orang yang bisa bekerja dan menekuni bidang pekerjaannya.

MANAJEMEN WAKTU DALAM ISLAM

 
Enzuharisman, S. Pd
   
  Dalam ajaran Islam, disampaikan bahwa ciri-ciri seorang Muslim yang 
diharapkan adalah pribadi yang menghargai waktu. Seorang Muslim tidak patut 
menunggu dimotivasi oleh orang lain untuk mengelola waktunya, sebab sudah 
merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Ajaran Islam menganggap pemahaman 
terhadap hakikat menghargai waktu sebagai salah satu indikasi keimanan dan 
bukti ketaqwaan, sebagaimana tersirat dalam surah Al-Furqan/25 ayat 62 yang 
berbunyi “Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi 
orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.”
   
  Syiar Islam menempatkan ibadah ritual pada bagian-bagian waktu dalam sehari 
dari siang hingga malam dan pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Sholat 
lima waktu diwajibkan dari memulai hingga mengakhiri aktivitas dalam sehari, 
dan waktu-waktunya selaras dengan perjalanan hari. Dalam syariat Islam 
dinyatakan, bahwa malaikat Jibril diutus oleh Allah untuk menetapkan 
waktu-waktu awal dan akhir pelaksanaan sholat lima waktu, agar menjadi panduan 
dan sistem yang baku dan cermat dalam menata kehidupan islami. Di samping itu, 
juga berfungsi untuk mengukur detik-detik sejak terbitnya fajar hingga 
terbenamnya matahari.
   
  Menurut Yusuf Qardhawi, mengapa begitu pentingnya umat Islam mempelajari 
manajemen waktu, adalah karena hal-hal sebagai berikut::
    
   Ajaran Islam begitu besar perhatiannya terhadap waktu, baik yang diamanatkan 
dalam Al Qur’an maupun As Sunnah;  
   Dalam sejarah orang-orang Muslim generasi pertama, terungkap, bahwa mereka 
sangat memperhatikan waktu dibandingkan generasi berikutnya, sehingga mereka 
mampu menghasilkan sejumlah ilmu yang bermanfaat dan sebuah peradaban yang 
mengakar kokoh dengan panji yang menjulang tinggi;  
   Kondisi real, kaum Muslimin, belakangan ini justru berbalikan dengan 
generasi pertama dahulu, yakni cenderung lebih senang membuang-buang waktu, 
sehingga kita tidak mampu berbuat banyak dalam menyejahterakan dunia 
sebagaimana mestinya, dan tidak pula berbuat untuk akhirat sebagaimana 
harusnya, dan yang terjadi adalah sebaliknya, kita meracuni kehidupan dunia dan 
akhirat sehingga tidak memperoleh kebaikan dari keduanya.
   
  Jika kita sadar bahwa pentingya manajemen waktu, maka tentu kita akan berbuat 
untuk dunia ini seolah-olah akan hidup abadi, dan berbuat untuk akhirat 
seolah-olah akan mati esok hari, dan tentunya doa ini akan menjadi semboyan 
dalam hidup kita:
  “… Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan 
perliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Al-Baqarah/2:201) 
 
 
 
   
  Di samping itu perlu kita sadari, bahwa Allah SWT telah bersumpah dengan 
menggunakan waktu untuk menegaskan pentingnya waktu dan keagungan nilainya, 
seperti yang tersurat dan tersirat dalam Al Qur’an Surah Al-Lail/92:1-2, 
Al-Fajr/89:1-2, Adh-Dhuha/93:1-2, dan Al-‘Ashr/103:1-2.
   
  Oleh karena itu, harus kita sadari betapa pentingnya mempelajari manajemen 
waktu bagi seorang Muslim. Namun sebelum kita mempelajari manajemen waktu, maka 
perlu kita sadari terlebih dahulu beberapa tabiat waktu agar kita benar-benar 
dapat memahami esensi dari waktu tersebut, yakni: Cepat berlalu; Tidak Mungkin 
kembali; Harta termahal. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa waktu adalah 
modal yang paling unik yang tidak mungkin dapat diganti dan tidak mungkin dapat 
disimpan tanpa digunakan, serta tidak mungkin mendapatkan waktu yang dibutuhkan 
meskipun dengan mengeluarkan biaya.
   
  Mengelola waktu berarti menata diri dan merupakan salah satu tanda keunggulan 
dan kesuksesan. Oleh karena itu, bimbingan untuk mendalami masalah ini adalah 
hal yang sangat penting dalam kehidupan kita semua, apapun jabatan dan profesi 
kita serta tidak memandang tinggi rendahnya kedudukan seseorang.
   
  Dengan demikian, marilah kita mulai mempelajari manajemen waktu, karena 
memang ajaran Islam menghendaki demikian, sehingga dengan mempunyai bekal 
pengetahuan tentang waktu, kita dapat terampil mengelolanya. Dengan keinginan 
yang kuat, maka kita akan dapat menjadikan sebuah kebiasaan dalam pemanfaatan 
waktu. Namun, sebelum kita mempelajari manajemen waktu lebih lanjut, maka kita 
harus menyadari urgensi dan nilai waktu dengan tulus. Apabila tanpa mengakui 
secara tulus kebutuhan untuk mengorganisir dan mengelola waktu, maka sama saja 
dengan menyia-nyiakan waktu. Sebab, apalah manfaat rambu-rambu jalan bagi orang 
yang tidak memiliki keinginan untuk melintasi jalan tersebut.
   
  Perlu kita fahami bahwa, apabila seorang Muslim mampu mengelola waktu dengan 
baik, maka akan memperoleh optimalisasi dalam kehidupannya. Namun, apabila 
tidak mampu, maka seseorang tidak akan mampu mengelola sesuatu apapun karena 
waktu merupakan modal dasar bagi kehidupan seorang Muslim yang bertaqwa, 
sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu 
dan pada yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat 
tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Yunus: 6)
   
   
  Enzuharisman
 
 
 MANAJEMEN WAKTU DALAM

ISLAM

Enzuharisman

Syiar Islam menempatkan ibadah ritual pada waktu-waktu tertentu dalam sehari dari siang hingga malam dan pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Shalat lima waktu diwajibkan dari memulai hingga mengakhiri aktivitas dalam sehari, dan waktu-waktunya selaras dengan perjalanan hari. Agar menjadi panduan dan sistem yang baku dan cermat dalam menata kehidupan islami.

Dalam ajaran Islam, ciri-ciri seorang muslim yang ideal adalah pribadi yang menghargai waktu. Seorang Muslim tidak patut menunggu dimotivasi oleh orang lain untuk mengelola waktunya, sebab hal itu sudah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Ajaran Islam menganggap pemahaman terhadap hakikat menghargai waktu sebagai salah satu indikasi keimanan dan bukti ketaqwaan, sebagaimana tersirat dalam surah Al-Furqan ayat 62 yang berbunyi: “Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.”

Syiar Islam menempatkan ibadah ritual pada waktu-waktu tertentu dalam sehari dari siang hingga malam dan pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Shalat lima waktu diwajibkan dari memulai hingga mengakhiri aktivitas dalam sehari, dan waktu-waktunya selaras dengan perjalanan hari. Agar menjadi panduan dan sistem yang baku dan cermat dalam menata kehidupan islami. Di samping itu, juga berfungsi untuk mengukur detik-detik sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Bahwa siang itu untuk bekerja dan malam untuk istirahat. Dan setiap siang hari dan malam yang kita jalani adalah untuk ibadah semata-mata karena Allah swt.

Dalam sejarah Rasulullah saw. dan orang-orang Muslim generasi pertama, terungkap bahwa mereka sangat memerhatikan waktu dibandingkan generasi berikutnya, sehingga mereka mampu menghasilkan sejumlah ilmu yang bermanfaat dan sebuah peradaban yang mengakar kokoh dengan panji yang menjulang tinggi. Jika kita sadar bahwa pentingya manajemen waktu, maka tentu kita akan berbuat untuk dunia ini seolah-olah akan hidup abadi, dan berbuat untuk akhirat seolah-olah akan mati esok hari. Di dalam surah Al-Mu'minuun ayat 1-3 Allah menyatakan: “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna”. Sementara itu, dalam haditsnya, Rasulullah selalu menanamkan bahwa, “Salah satu kebaikan seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.”

Dari perintah-perintah Allah saw. dan sejarah perjalanan hidup Rasulullah terkandung hikmah yang dalam bagaimana kita sebagai orang muslim harus menata waktu dengan sebaik-baiknya. Allah swt. telah menunjukkan kepada kita dengan penataan waktu shalat, perjalanan siang dan malam yang sudah tertata dengan baik dan terencana. Itu semua menjadi petunjuk bagi kita bagaimana harus menata waktu ini dengan satu perencanaan dan pelaksanaannya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dan kemudian melakukan muhasabah sesudah pelaksanaannya, yaitu evaluasi diri atas apa yang telah kita lakukan.

Yang Harus Diperhatikan dalam Perencanaan

Sebelum membuat perencanaan, ada enam hal yang harus kita perhatikan, yaitu:

1. Niat yang Kuat

Niat sama artinya dengan motivasi yang kuat. Tanpa adanya niat, kita tidak akan pernah berhasil dalam beramal. Tahun, bulan, atau hari tidak akan pernah menjadi tahun, bulan, atau hari yang berprestasi, seandainya kita tidak berniat untuk mengisinya dengan amal terbaik. Dan niat seorang muslim adalah melakukan amal ibadah setiap waktu karena Allah swt. Jika itu yang kita lakukan, semuanya akan memiliki nilai ibadah.

2. Memiliki Tujuan yang Jelas

Tujuan, cita-cita, atau segala sesuatu yang ingin kita capai. Tanpa adanya tujuan yang jelas, kita tidak akan fokus melangkah. Makin tidak jelas tujuan dan waktu pencapaiannya maka peluang gagalnya rencana kita akan makin besar. Dan tujuan kita melakukan amal ibadah dalam mengisi waktu-waktu kita adalah berharap ridha Allah swt.

Pelajari pula teknik membuat rencana dan segera membuat rencana yang matang dan teruji. Buat program dalam bentuk rencana harian, mingguan, dan bulanan.

Di sini penting pula memahami skala prioritas, mana yang harus didahulukan, dan mana pula yang bisa ditunda, mana yang harus di kerjakan, mana pula yang tidak. Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam Fikih Prioritas, mengungkapkan urutan amal yang terpenting diantara yang penting. Patokannya :

-Sangat Penting dan Sangat Mendesak dikerjakan pada urutan Pertama.

-Tidak Penting dan Sangat Mendesak dikerjakan pada urutan Kedua.

-Sangat Penting dan Tidak Mendesak dikerjakan pada urutan Ketiga.

-Tidak Penting dan Tidak mendesak dikerjakan pada urutan Keempat.

3. Buat Rencana Cadangan

Kita pun harus selalu siap dengan segala kemungkinan tak terduga. Kita merencanakan, tapi Allah yang menentukan. Karena itu, buat rencana B dan C sebagai rencana cadangan jika rencana utama mengalami kegagalan. Insya Allah kita tidak akan kehilangan waktu untuk panik.

4. Rencana atau Program Harus Realistis, Terukur, dan Adil

Hindari membuat rencana yang terlalu tinggi, tidak realistis, dan terlalu sulit dicapai. Program kita pun harus adil dan seimbang. Sebab kita harus menunaikan banyak hak, di mana setiap hak menuntut pemenuhan. Ada hak Allah, hak keluarga, dan hak akal, hak tetangga, hak badan, hak diri.

5. Disiplin dalam Rencana.

Sehebat apapun program dan rencana, tidak akan berarti sama sekali jika kita tidak disiplin melaksanakannya. Karena itu, jangan tergiur oleh kegiatan, kesenangan spontan, atau apa saja yang akan menjauhkan kita dari rencana yang telah disusun.

Selain itu, yang tak kalah penting, lawan dan kalahkan rasa malas. Tidak ada amal yang terlaksana jika kita malas. Malas adalah kendaraan setan. Malas tidak akan mendatangkan apapun, selain kerugian dan kesengsaraan. Ada satu prinsip, “Tiada Prestasi tanpa Disiplin”. Siapa lagi yang dapat memaksa kita untuk sukses selain diri kita sendiri.

6. Sempurnakan Setiap Kali Beramal.

Penyempurnaan adalah tahap akhir yang akan menentukan berkualitas tidak amal ibadah yang kita lakukan. Kita akan mendapatkan yang 'terbaik', jika melakukan yang terbaik pula.

Dengan merencanakan apa yang akan kita lakukan hari ini, kita akan berjalan di hari-hari ini dengan baik. Sehingga waktu yang terlewati akan bermanfaat sebagai amal ibadah kita hari ini.

Manajemen waktu dalam Islam

Enzuharisman

Syiar Islam menempatkan ibadah ritual pada waktu-waktu tertentu dalam sehari dari siang hingga malam dan pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Shalat lima waktu diwajibkan dari memulai hingga mengakhiri aktivitas dalam sehari, dan waktu-waktunya selaras dengan perjalanan hari. Agar menjadi panduan dan sistem yang baku dan cermat dalam menata kehidupan islami.


Dalam ajaran Islam, ciri-ciri seorang muslim yang ideal adalah pribadi yang menghargai waktu. Seorang Muslim tidak patut menunggu dimotivasi oleh orang lain untuk mengelola waktunya, sebab hal itu sudah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Ajaran Islam menganggap pemahaman terhadap hakikat menghargai waktu sebagai salah satu indikasi keimanan dan bukti ketaqwaan, sebagaimana tersirat dalam surah Al-Furqan ayat 62 yang berbunyi: “Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.”

Syiar Islam menempatkan ibadah ritual pada waktu-waktu tertentu dalam sehari dari siang hingga malam dan pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Shalat lima waktu diwajibkan dari memulai hingga mengakhiri aktivitas dalam sehari, dan waktu-waktunya selaras dengan perjalanan hari. Agar menjadi panduan dan sistem yang baku dan cermat dalam menata kehidupan islami. Di samping itu, juga berfungsi untuk mengukur detik-detik sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Bahwa siang itu untuk bekerja dan malam untuk istirahat. Dan setiap siang hari dan malam yang kita jalani adalah untuk ibadah semata-mata karena Allah swt.

Dalam sejarah Rasulullah saw. dan orang-orang Muslim generasi pertama, terungkap bahwa mereka sangat memerhatikan waktu dibandingkan generasi berikutnya, sehingga mereka mampu menghasilkan sejumlah ilmu yang bermanfaat dan sebuah peradaban yang mengakar kokoh dengan panji yang menjulang tinggi. Jika kita sadar bahwa pentingya manajemen waktu, maka tentu kita akan berbuat untuk dunia ini seolah-olah akan hidup abadi, dan berbuat untuk akhirat seolah-olah akan mati esok hari. Di dalam surah Al-Mu'minuun ayat 1-3 Allah menyatakan: “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna”. Sementara itu, dalam haditsnya, Rasulullah selalu menanamkan bahwa, “Salah satu kebaikan seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.”

Dari perintah-perintah Allah saw. dan sejarah perjalanan hidup Rasulullah terkandung hikmah yang dalam bagaimana kita sebagai orang muslim harus menata waktu dengan sebaik-baiknya. Allah swt. telah menunjukkan kepada kita dengan penataan waktu shalat, perjalanan siang dan malam yang sudah tertata dengan baik dan terencana. Itu semua menjadi petunjuk bagi kita bagaimana harus menata waktu ini dengan satu perencanaan dan pelaksanaannya dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Dan kemudian melakukan muhasabah sesudah pelaksanaannya, yaitu evaluasi diri atas apa yang telah kita lakukan.

Yang Harus Diperhatikan dalam Perencanaan

Sebelum membuat perencanaan, ada enam hal yang harus kita perhatikan, yaitu:
1. Niat yang Kuat
Niat sama artinya dengan motivasi yang kuat. Tanpa adanya niat, kita tidak akan pernah berhasil dalam beramal. Tahun, bulan, atau hari tidak akan pernah menjadi tahun, bulan, atau hari yang berprestasi, seandainya kita tidak berniat untuk mengisinya dengan amal terbaik. Dan niat seorang muslim adalah melakukan amal ibadah setiap waktu karena Allah swt. Jika itu yang kita lakukan, semuanya akan memiliki nilai ibadah.
2. Memiliki Tujuan yang Jelas
Tujuan, cita-cita, atau segala sesuatu yang ingin kita capai. Tanpa adanya tujuan yang jelas, kita tidak akan fokus melangkah. Makin tidak jelas tujuan dan waktu pencapaiannya maka peluang gagalnya rencana kita akan makin besar. Dan tujuan kita melakukan amal ibadah dalam mengisi waktu-waktu kita adalah berharap ridha Allah swt.
Pelajari pula teknik membuat rencana dan segera membuat rencana yang matang dan teruji. Buat program dalam bentuk rencana harian, mingguan, dan bulanan.
Di sini penting pula memahami skala prioritas, mana yang harus didahulukan, dan mana pula yang bisa ditunda, mana yang harus di kerjakan, mana pula yang tidak. Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam Fikih Prioritas, mengungkapkan urutan amal yang terpenting diantara yang penting. Patokannya :
-Sangat Penting dan Sangat Mendesak dikerjakan pada urutan Pertama.
-Tidak Penting dan Sangat Mendesak dikerjakan pada urutan Kedua.
-Sangat Penting dan Tidak Mendesak dikerjakan pada urutan Ketiga.
-Tidak Penting dan Tidak mendesak dikerjakan pada urutan Keempat.
3. Buat Rencana Cadangan
Kita pun harus selalu siap dengan segala kemungkinan tak terduga. Kita merencanakan, tapi Allah yang menentukan. Karena itu, buat rencana B dan C sebagai rencana cadangan jika rencana utama mengalami kegagalan. Insya Allah kita tidak akan kehilangan waktu untuk panik.
4. Rencana atau Program Harus Realistis, Terukur, dan Adil
Hindari membuat rencana yang terlalu tinggi, tidak realistis, dan terlalu sulit dicapai. Program kita pun harus adil dan seimbang. Sebab kita harus menunaikan banyak hak, di mana setiap hak menuntut pemenuhan. Ada hak Allah, hak keluarga, dan hak akal, hak tetangga, hak badan, hak diri.
5. Disiplin dalam Rencana.
Sehebat apapun program dan rencana, tidak akan berarti sama sekali jika kita tidak disiplin melaksanakannya. Karena itu, jangan tergiur oleh kegiatan, kesenangan spontan, atau apa saja yang akan menjauhkan kita dari rencana yang telah disusun.
Selain itu, yang tak kalah penting, lawan dan kalahkan rasa malas. Tidak ada amal yang terlaksana jika kita malas. Malas adalah kendaraan setan. Malas tidak akan mendatangkan apapun, selain kerugian dan kesengsaraan. Ada satu prinsip, “Tiada Prestasi tanpa Disiplin”. Siapa lagi yang dapat memaksa kita untuk sukses selain diri kita sendiri.
6. Sempurnakan Setiap Kali Beramal.
Penyempurnaan adalah tahap akhir yang akan menentukan berkualitas tidak amal ibadah yang kita lakukan. Kita akan mendapatkan yang 'terbaik', jika melakukan yang terbaik pula.
Dengan merencanakan apa yang akan kita lakukan hari ini, kita akan berjalan di hari-hari ini dengan baik. Sehingga waktu yang terlewati akan bermanfaat sebagai amal ibadah kita hari ini.
(As).


Kiat Praktis Manajemen Waktu


Enzuharisman

Waktu merupakan salah satu anugerah yang diberikan Allah kepada kita. Sebuah anugerah yang sangat luar biasa dan juga bisa menjadi berbahaya. Tergantung bagaimana kita memanfaatkannya, karena waktu ini tidak akan bisa kembali dan akan terus menghitung mundur. 1 hari 24 jam, 1 jam 60 menit, 1 menit 60 detik. Dan setiap hari akan terus begitu.

Allah memberikan kita setiap hari "modal" waktu kepada semua manusia di muka bumi ini adalah sama–24 jam. Namun, ada berapa orang yang bisa seperti :

1. Rasulullah SAW : Dalam waktu 23 tahun bisa membangun peradaban Islam yang tetap ada sampai sekarang. Ikut 80 peperangan dalam tempo waktu kurang dari 10 tahun, santun terhadap fakir miskin, menyayangi istri dan kerabat, dan yang luar biasa adalah beliau seorang pemimpin umat yang bisa membagi waktu untuk umat dan keluarga secara seimbang!!

2. Zaid bin Tsabit RA : Sanggup menguasai bahasa Parsi hanya dalam tempo waktu 2 bulan! Beliau dipercaya sebagai sekretaris Rasul dan penghimpun ayat Quran dalam sebuah mush’af

3. Abu Hurairah : Masuk Islam usia 60 tahun. Namun ketika meninggal di tahun 57 H, beliau meriwayatkan 5374 Hadits! (Subhanallah!)

4. Anas bin Malik : Pelayan rasulullah sejak usia 10 tahun, dan bersama rasul 20 tahun. Meriwayatkan 2286 Hadits.

5. Abul Hasan bin Abi Jaradah (548 H) : Sepanjang hidupnya menulis kitab-kitab penting sebaganyak tiga lemari.

6. Abu Bakar Al-Anbari : Setiap pekan membaca sebanyak sepuluh ribu lembar.

7. Syekh Ali At-Thantawi : Membaca 100-200 halaman setiap hari. Kalkulasinya, berarti dengan umurnya yang 70 tahun, beliau sudah membaca 5.040.000 halaman buku. Artikel yang telah dimuat di media massa sebanyak tiga belas ribu halaman. Dan yang hilang lebih dari itu.

Masih banyak lagi contoh-contoh luar biasa lainnya. Kenapa tidak banyak orang yang bisa menyamai mereka? Padahal waktu yang diberikan Allah kepada mereka sama dengan waktu yang diberikan Allah pada hambaNya yang lain? Jawabannya adalah kecerdasan manajemen waktu.

Sebuah hal yang sangat sederhana, namun sangat sulit diterapkan. Maka dari itu, marilah kita memulai mengatur dan memanfaatkan waktu kita dengan sebaik-baiknya. erikut ini ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatur waktu agar lebih baik

Hindari Menunda-nunda Pekerjaan
Banyak sekali dari kita yang biasanya menunda suatu pekerjaan yang penting dan menukarnya dengan sesuatu yang kurang penting. Cobalah untuk belajar mengurangi menunda-nunda pekerjaan ini. Kalau Anda bilang "masih ada hari esok", maka keesokannya pun akan berkata demikian dan tak akan pernah selesai.
TIPS : Buatlah catatan tugas-tugas bermanfaat yang harus dikerjakan. Majukan deadline dari yang semestinya, kalau Anda komitmen, maka Anda akan mengalami percepatan kemajuan

Kenali Aktivitas Harian
Rancanglah jadwal atau schedule harian tetap Anda, kemudian analisa di bagian mana Anda memiliki waktu sibuk dan waktu kosong. Banyak sekali orang-orang yang tidak mengetahui kebiasaan dan aktivitas hariannya, sehingga ketika disadari ternyata mereka memiliki waktu luang yang cukup banyak.


TIPS : Buatlah tabel-tabel jadwal harian Anda dari Senin-Minggu, beserta jam-jamnya. Kemudian Anda akan temukan bahwa ada beberapa waktu luang yang bisa Anda gunakan. Tambahkan aktivitas bermanfaat dalam jadwal kosong Anda tersebut, misalkan dengan menghafal Al-Quran, dengan membaca buku, atau lain sebagainya.

Mengerti Prioritas
Ini juga sangat penting. Bila Anda tidak mengetahui arti penting prioritas, maka Anda akan bingung apabila dihadapkan pada masalah secara bersamaan. Salah satu akibat tidak mengetahui prioritas adalah alokasi waktu yang kurang tepat pada beberapa aktivitas. Tetapkanlah prioritas dari agama, keluarga, kerabat, teman, seklolah, karier, dan lainnya sesuai dengan yang semestinya. Misalkan prioritas keluarga harus lebih tinggi dari prioritas kerabat jauh. Kemudian tinjau juga dari batasan akhir (deadline) aktivitas tersebut.
TIPS : Buatlah sebuah list daftar aktivitas harian Anda buat hari esok. Bagilah ke dalam beberapa jenis, seperti agama, keluarga, sekolah, dan lain-lain. Berikan huruf tebal (A, B, C) pada daftar itu. A untuk yang harus terlaksana, B untuk Boleh dilaksanakan, dan C Bila dilaksanakan maka Anda akan mendapat manfaat melebihi orang-orang pada umumnya. Predikat huruf ini bisa Anda ganti dan buat sendiri sesuai kebutuhan.

Gunakan Waktu Perjalanan
Banyak sekali yang meremehkan waktu-waktu luang di perjalanan. Misalnya ketika saya harus naik angkot ke sekolah yang menghabiskan waktu 45 menit. Akan sangat baik bila kita gunakan waktu tersebut untuk membaca yang bermanfaat, daripada hanya melamun dan melihat pemandangan yang tidak menghasilkan apa-apa.
TIPS : Kalau Anda orang yang sering ada dalam perjalanan, ada baiknya membawa buku-buku tipis seperti buku saku yang mengandung materi-materi pengetahuan penting. Atau bisa juga Anda membaca buku-buku yang Anda sukai sampai tiba di tujuan.

Berani Tegas
Berani tegas di sini adalah belajar untuk berkata tidak. Memang adakalanya kita harus bermanfaat untuk orang lain, tetapi ada juga saat kita harus memanfaatkan waktu dengan baik. Hindari melakukan percakapan telepon yang tidak penting, bergosip ria, mengobrol ngalor-ngidul yang tidak bermanfaat, dan menolak ajakann aktivitas yang kurang bermanfaat.

Semoga tips-tips di atas dapat bermanfaat untuk Anda semua dalam meningkatkan efisiensi waktu dan aktivitas Anda.

Salam sukses!!

Arry Rahmawan



Loading ... Loading ...