MITA/CARI

Kamis, 12 Agustus 2010

HUJAN METEOR


Hujan Meteor Perseid juga Capai Puncak Malam Ini
Enzuharisman



INILAH.COM, Jakarta – Fenomena empat planet terlihat sejajar di langit bisa dilihat malam ini. Tapi tak hanya itu pengamat langit juga disuguhi pemandangan menakjubkan hujan meteor.

Peneliti senior astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan hujan meteor Perseid mencapai puncaknya 12-13 Agustus dan terlihat pada dini hari.

“Diperkirakan akan hadir debu meteor sebanyak 50 hingga 80 per jam. Rata-rata, satu sampai dua meteor per menit,” katanya saat dihubungi Kamis (12/8).

Hujan meteor Perseid merupakan bagian dari gugusan komet Swift-Tuttles yang memiliki periode 133 tahun untuk mengitari matahari dan melintasi bumi. Meskipun begitu, sisa debu komet yang melintas dekat bumi pada tahun 1993 masih bisa dirasakan bumi setiap tahun.

“Titik lintasan atau perjumpaan bumi dengan komet ini yang menghasilkan hujan meteor setiap tahun. Posisi wilayah ini berada di langit utara tapi Indonesia masih bisa melihat dengan jelas,” kata Thomas.

Para ahli memberi nama Perseid karena hujan meteor ini muncul dari arah konstelasi Perseus meskipun sebenarnya meteor ini dapat menjadi bagian apapun dari langit.

NASA memperkirakan hujan meteor yang bisa terjadi setiap menit pada masa puncaknya itu, dan merupakan salah satu pemandangan paling ditunggu oleh para astronom.

Di Indonesia sendiri, menurut Thomas, Rasi Perseus tetap dapat terlihat jelas karena berada di ketinggian 30 sampai 40 derajat lebih rendah.

“Semua wilayah Indonesia masih bisa melihat rasi Perseus pada ketinggian yang rendah walau hanya sekitar 30 sampai 40 derajat.”

Masyarakat bisa melihat fenomena ini apabila cuaca cerah, jauh dari polusi cahaya dan medan ke arah timur laut tidak terhalang obyek apapun.

“Kita cukup mengarahkan pandangan ke timur laut pada pukul 2 dini hari hingga menjelang subuh. Tidak perlu menggunakan alat,” ujar Thomas.

Meskipun begitu, mantan Kepala Pusat Sains Atmosfir dan Iklim LAPAN ini tetap menghawatirkan ketidakoptimalan untuk melihat hujan meteor ini.

“Kemungkinan terganggu awan karena cuaca cenderung kemarau basah. Tapi peluang menatap fenomena langit ini tetap ada,” kata Prof Dr Thomas Djamaludin.[ito]

Minggu, 01 Agustus 2010

VIDEO KLIP KAU SAHABAT, KAU TEMAN SEJATI






Video klip ini dubuat untuk mengenang sahabat ku yang terkena musibah tsunami 2004

Minggu, 18 Juli 2010

TOP SINI TOP SINDENG

TOP SINI TOP SINDENG
Enzuharisman/enzus center/top sini top sindeng.



TOP SINI TOP SINDENG

Top sini top sindeng
Raja prang raja bideng
Utoh kleng umpang sira
Beulangong Hongkong

Sopo aneuk dalam ayon
Jaroe puntong mata buta

Han ka bi kukoh ôk
Ku prah prut ku pajoh hate
Kucungke eneuk mata
Kucok ku paso lam bruek
Ku peudeuk ateuh bara

Kuba upaya uyok
Kuculok lam umpung bing
Ku ba upaya meurandeh
Ku peu eh ngon asee king
Ku ba upaya lhok
Ku jok bab uleu binting
Kuba u paya padang
Teuka cut abang han ditem nging
Ku ba upaya Luwah
Ku keubah dalam bak trieng
Ku ba upaya laba
Teuka cutda ditop lam umping.


Pencipta lagu ini?
Dari hasil pemeriksaan bebera asumsi, maka saya dapat menarik kesimpulan mutlak bahwa lagu Top Sini Top Sindeng adalah ciptaan ayah kami dengan alasan sebagai berikut:
1. Lagu ini tak kan pernah ditemukan di mesin pencari data internet setingkat Google atau yahoo. Ini membuktikan bahwa lagu ini hanya dikenal oleh kalangan keluarga kami saja. Sebab sangat mustahil mesin secanggih Google dan yahoo tidak menemukan lagu ini, kecuali memang belum ada orang mengunduhnya.
2. dari segi latar (tempat) lagu membuktikan bahwa lagu ini mutlak ciptaan ayah kami. Perhatikan latar tempat:
- Paya Lhok adalah nama sawah yang ada dibelakang rumah nenek kami, bahkan hampir keseluruhan Paya Lhok adalah milik nenek kami.
- Paya Laba adalah nama sebuah kampung yang tak jauh dari kampung kami (dekat Kampung Sapik). Mungkin dulu ayah kami sering bermain kesana, sehingga terinpirasi untuk mencantumkan Paya Laba ke lagunya.
- Paya Meurandeh, adalah nama daerah seberang sungai dekat dengan Ujong Suak. Disana tempat kekelawar dan terhitung kawasan rawa-rawa.
- Paya Padang adalah tempat kami menanam padi
- Paya Uyok satu kawasan sawah yang agak rawa-rawa. Bisanya orang enggan bertanam padi di tempat ini, karena sawahnya sangat dalam dan bergambut. Karena itu kami mendapat kesempatan besar untuk memanfaatkan paya uyok sebagai ladang mencari rezeki.
- Paya Luah merupakan zona persawahan terbesar sepanjang masa. dari lumbung inilah beras dijual ke Kota Fajar dan sekitarnya. Konon pada suatu musim sawah, abang kami s diundang untuk meu upah tanam padi orang diwilayah ini. (abang kami terkenal dengan kecepatan menanam yang tak tertandingi)


Terjemahan lagu:

TOP SINI TOP SINDENG

Top sini top sindeng ( Tusuk sini tusuk sana)
Raja prang raja bideng (Raja perang raja bideng [bideng sejenid rambat/urot])
Utoh kleng umpang sira (tukang besi dari kleng[India] karung garam)
Beulangong Hongkong (belanga Hongkong [merk])

Sopo aneuk dalam ayon (siapa anak dalam ayunan)
Jaroe puntong mata buta (tangan puntung mata buta)

Han ka bi kukoh ôk (kalau tidak kau beri ku potong rabutnya)
Ku prah prut ku pajoh hate (ku belah perut ku makan hati)
Kucungke eneuk mata (ku cungkil anak mata)
Kucok ku paso lam bruek (kemudian kumasukkan kedalam tempurung)
Ku peudeuk ateuh bara (lalu ku tarok/letak ke atas bara/rak)

Kuba upaya uyok (ku bawa ke Paya Uyok)
Kuculok lam umpung bing (Kucolok dalam sarang kepiting)
Ku ba upaya meurandeh (kubawa ke Paya Meurandeh)
Ku peu eh ngon asee king (saya tidurkan dengan anjing bau)
Ku ba upaya lhok (ku bawa ke Paya Lhok)
Ku jok bab uleu binting (ku kasih ke ular lidi)
Kuba u paya padang (ku bawa ke Paya Padang)
Teuka cut abang han ditem nging (datang abang tidak mau melihatnya)
Ku ba upaya Luwah (ku bawa ke Paya Luwah)
Ku keubah dalam bak trieng (ku simpan dalam batang bambu)
Ku ba upaya laba (ku bawa ke Paya Laba)
Teuka cutda ditop lam umping (datang kakak ditumbuk dalam umping/kerupuk)

Enzuharisman/enzus center/top sini top sindeng

Selasa, 06 Juli 2010

ILMUAN ISLAM


unatullah menyebutkan bahwa pergiliran kekuasaan di antara manusia adalah sebuah kemungkinan. “Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) …” Namun pergilirian ini terjadi, selain atas izin Allah, juga bergulir sesuai dengan sunatullah yang lain; terpenuhinya prasyarat terjadinya pergeseran kekuasaan. Salah satu anasir kekuasaan/kejayaan adalah penguasaan sains dan teknologi.
Tatkala merebut Ankara Khalifah Harun Al Rasyid (786-809) dan ketika Khalifah Al Ma’mun (814-833) meraih kemenangan atas Kaisar Romawi Timur, Michel II, kedua pemimpin Islam itu tidak menuntut ganti rugi peperangan kecuali penyerahan manuskrip-manuskrip kuno. Di mesir pada abad ke-10, Khalifah Al Aziz memiliki perpustakaan dengan 1.600.000 buku dan 16.000 diantaranya tentang matematika.
MEREKA YANG TERLUPAKAN
Salah satu sumbangan sains Islam terbesar bagi peradaban manusia ialah prinsip kesatuan: bahwa tak ada pemisahan antara sains tentang alam dengan teologi atau kesenian di pihak lain. Begitu pula tidak terdapat pemisahan yang ketat antara macam-macam sains; dari matematika sampai geografi. Inilah yang menjadi jawaban mengapa terdapat banyak orang jenius yang menguasai sejumlah besar ilmu dengan ragam yang berbeda (ensiklopedik) dalam Islam.
Dalam tradisi barat, kita hanya sedikit menemukan orang jenius yang universal, umpamanya Leonardo Da Vinci. Namun dalam Islam terdapat banyak orang jenius yang universal, mulai Al Kindi sampai Ar Razi, dari Al Biruni sampai Ibnu Sina. Mereka merupakan pencipta serentak bidang ilmu mulai kedokteran dan matematika, teologi dan geografi serta ahli matematika.
1.MATEMATIKA
Dalam perspektif Islam, matematika adalah suatu jalan yang menghubungkan antara apa yang dirasakan dan yang difikirkan, antara alam yang selalu berubah dan alam yang abadi. Ini sangat berbeda dengan landasan sains Yunani yang menjadi dasar pengembangan sains Rumawi. Keduanya didasarkan pada landasan empiris (sesuatu yang terlihat dan teraba)
Itulah yang kemudian melahirkan karya gemilang. Angka Arab membawa revolusi karena memperkenalkan angka nol, yang membuat penulisan angka menjadi tak terbatas. Selain itu angka Arab juga membuat penulisan menjadi mudah. Nomor angka Arab 4444 dalam angka Romawi ditulis menjadi MMMMCCCCXLIV. Kemudahan dan penemuan angka nol menjadi salah satu pemicu berkembangnya sains, teknik, industri, perdagangan dan ilmu tata buku.
Al Khawarizmi memberi sumbangsih besar dalam dunia matematika melalui bukunya Aljabar (yang hingga kini masih menjadi salah satu mata ajar wajib pada fakultas sains dan teknologi). Al Khawarizmi membuka jalan bagi bersatunya pemahaman angka sebagai ukuran besar dan angka sebagai “hubungan”.
2.ASTRONOMI
Dalam bidang astronomi, prestasi ilmuwan Islam melewati apa yang diwariskan Ptolomeus. Al Battani (877-918) menulis alasan kenapa ilmuwan Islam banyak menekuni astronomi,”Dengan ilmu bintang-bintang manusia mendapatkan bukti tentang kesatuan Allah dan sampai kepada pengertian tentang kebijaksanaan karyanya.”
Ahli-ahli astronomi Khalifah Al Ma’mun pada abad ke-9 mengira panjang garis meridien bumi 111.814 m (pada waktu ini angka yang disetujui para ahli adalah 110.938).
3.PEMIKIR UNIVERSAL & TEKNOLOGI
Salah satu tokoh sains Islam adalah Ibnu Khaldun. Ia memiliki pemikiran yang universal sebagai seorang ilmuwan, seniman, negarawan, ahli hukum dan filosof. Tatkala ia mempelajari dasar-dasar kekuasaan dan asal-usul dinasti-dinasti, ia menunjukkan kemahiranyant tak dapat ditunjukkan oleh Machiavelli dalam bukunya Prince, satu abad kemudian. Dan ketika ia menjelaskan metode sejarah bagi penulisan sejarah secara ilmiah ia melakukannya dengan kemahiran seperti Montesquieu menulis Esprit des lois (Jiwa Perundang-undangan)
Pada aba ke-16 seorang insinyur Italia bernama Jeranello Turriano melakukan penelitian di Toledo tentang karya-karya hidrolik orang-orang Islam yang didasarkan atas tekanan air dan udara, seperti pada pembuatan air mancur, menaikkan air untuk irigasi dan untuk penggilingan-penggilingan gandum. Penemuan-penemuan ilmuwan Arab itulah yang pada abad ke-17 menjadi dasar bagi Torricelli di Italia untuk menciptakan barometer dan bagi Vaucanson di Perancis untuk menciptakan alat-alat otomatik.
Begitu pula karangan Al Jazari tentang mesin-mesin pada abad XIII jauh lebih maju dari buku mekanika karangan Heron dari Iskandariyah abad ke-1 dan Pneumatik karangan Philon di Bizantium pada abad ke-2.
4.KEDOKTERAN
Sains Islam juga memberikan sumbangsih besarnya pada bidang kedokteran. Dan seperti juga bidang ilmu yang lain, salah satu ciri yang menonjol dalam sains kedokteran Islam adalah sifat-sifat pokok dan cara-caranya mendekati problema, bersumber dari pandangan tentang alam dari perhatian yang terus menerus terhadap kesatuan menurut prinsip Islam : Tauhid.
Kedokteran Islam menitik beratkan pada pencegahan. Adab mengambil air wudhu, serta kebersihan jasmani, menjauhkan diri dari alkohol dan puasa telah mendorong munculnya buku ilmiah tentang peraturan makanan di Andalusia, pada abad ke-12, yaitu buku tentang diet karya Marwah bin Zuhri.
Ensiklopedia tentang kedokteran karangan Ar Razi (865-925) yang di Barat dinamakan Continent, merupakan satu-satunya buku ilmiah yang pengaruhnya meluas dan bertahan selama 10 abad. Karangan Ar Razi, tentang cacar dan kapag (variole) yang ditulis pada permulaan abad ke-10 telah dicetak ulang 40 kali dari tahun 1898 sampai 1866.
Pengaruh Ar Razi dalam dunia kedokteran masih dikalahkan oleh Ibnu Sina yang dilahirkan dekat Bukhara pada tahun 980. Karyanya Al Qanun Fithbbi yang disalin ke dalam bahasa latin oleh Gerald de Cremone sampai zaman renaissance masih merupakan ensiklopedi kedokteran besar karena lengkap dan jelasnya klasifikasi tentang penyakit dan gejalanya.
Dan seperti juga Ar Razi, Ibnu Sina merupakan jenius yang menguasai banyak bidang ilmu. Mulai dokter, ahli fisika dan ahli syair. Begitu pula Ibnu Haitam (965-1039). Di Barat dikenal dengan Al Hazen, ia adalah seorang ahli matematika, astronomi, insinyur dan ilmuwan yang banyak menulis tentang optik. Roger Bacon yang mendapat pendidikan ilmiah di universitas-universitas Islam di Spanyol, tidak segan-segan menyalin optik Ibnu Haistam dalam bagian ke-5 dari bukunya Opus Majus yang dikhususkan untuk membicarakan soal perspektif.
Ahli bedah dari Andalus, Abdul Qasim (meninggal pada 1013) menyelidiki TBC tulang punggung tujuh setengah abad sebelum Percivall Pott (1713-1590) dan mempraktekkan penyambungan pembuluh darah pada waktu amputasi enam ratus sebelum Ambroise Pare (1517-1590).
Pasang Surut Sejarah Islam

Setelah melalui masa-masa gemilang, sains Islam mulai kehilangan nyalanya bersamaan dengan pudarnya cahaya Islam di negeri-negeri Muslim.

Drs. Sidi Gazalba, dalam Masyarakat Islam; Pengantar Sosiologi dan Sosiografi, membagi kurun sejarah Islam selama 14 abad menjadi tiga. Kurun pertama ditandai dengan munculnya nubuwah (kenabian) yang juga merupakan awal masa kejayaan umat Islam. Pada kurun ini, Rasulullah saw beserta khulafaurrasyidiin mempraktekkan Islam seutuhnya hingga membawa peradaban Islam menuju tangga kejayaannya.
Kurun ini berlangsung sejak 650 hingga 1250 M. Termasuk dalam kurun ini adalah masa perpecahan, antara Bani Umaiyah dan Abasyiyah. Saat itu, kegiatan keilmuan difokuskan pada pendalaman ilmu-ilmu syar’i, seperti tafsir, hadits, fikih dan yang sejenisnya.
Kurun kedua disebut kurun pertengahan berlangsung antara 1250 hingga 1800. Masa ini terbagi dalam tiga rentang sejarah. Masa kemunduran antara 1250 hingga 1500. Masa kehancuran itu bermula dari serbuan Jengis Khan (1212 M). Masjid dan madrasah dihancurkan oleh Hulagu. Perpustakaan Baghdad yang kaya dengan koleksi karya-karya ilmuwan Islam dibakar. Periode setelah kehancuran Jengis Khan, dunia Islam sempat muncul ke permukaan melalui hadirnya tiga kerajaan besar : Utsmani di Turki, Safawi di Persi dan Mogol di India. Namun semangat ilmu yang muncul jaman Abasyiyah kini diganti dengan tasauf dan tarikat. Dan ini berakibat pada lemahnya semangat dan etos kerja umat. Jika masa Abasyiyah menonjolkan sesuatu yang nyata, rasional dan mengabaikan yang ghaib, masa tiga kerajaan besar sebaliknya; berfokus pada hal yang ghaib dan mengabaikan yang nyata (pengejaran dan eksperimen ilmu)
Periode ketiga kurun baru 1800 hingga 1924. Masa ini diakhiri dengan tumbangnya kekhalifahan Islam di Turki.Dalam kondisi terpuruk inilah umat Islam kini mesti menghadapi kejayaan sains Barat.
Dihitung dari masa terakhir kurun terbawah ummat Islam, menjelang datangnya abad ke-21 sudah tiga abad sains Islam tidur dan tak memberi sumbangsih besar bagi peradaban. Sebagaimana yang telah dicontohkan para pendahulunya.

Wassalaam….
Copy by : Hasyim Ibrahim – Jakarta July 2008

BUKHARA- KOTA ILMU

BUKHARA – KOTA GUDANG ILMUWAN BESAR ISLAM

Begitu sastrawan besar Iran, Ali Akbar Dehkhoda menjuluki Bukhara — salah satu kota penting dalam sejarah peradaban Islam. Penyair Jalaludin Rumi pun secara khusus menyanjung Bukhara.

‘Bukhara sumber pengetahuan. Oh, Bukhara pemilik pengetahuan,” ungkap Rumi dalam puisinya menggambarkan kekagumannya kepada Bukhara tanah kelahiran sederet ulama dan ilmuwan besar.Konon, nama Bukhara berasal dari bahasa Mongol, yakni ‘Bukhar’ yang berarti lautan ilmu. Kota penting dalam jejak perjalanan Islam itu terletak di sebelah Barat Uzbekistan, Asia Tengah. Wilayah itu, dalam sejarah Islam dikenal dengan sebutan Wa Wara’ an-Nahr atau daerah-daerah yang bertengger di sepanjang Sungai Jihun.

Letak Bukhara terbilang amat amat strategis, karena berada di jalur sutera. Tak heran, bila sejak dulu kala Bukhara telah menjelma menjadi pusat perdagangan, ilmu pengetahuan, budaya dan agama. Di kota itulah bertemu pedagang dari berbagai bangsa di Asia barat termasuk Cina. Lalu sejak kapan Bukhara mulai dikenal?

Menurut syair kepahlawanan Iran, kota Bukhara dibangun oleh raja Siavush anak Shah Kavakhous, salah satu Shah dalam cerita dongeng Iran yang berasal dari Dinasti Pishdak. Secara resmi, kota itu berdiri ada sejak tahun 500 SM di wilayah yang kini disebut Arq. Namun, oasis Bukhara telah didiami manusia mulai tahun 3000 SM, yakni semasa zaman perunggu.

Wilayah Bukhara, sejak 500 SM sudah menjadi wilayah kekuasaan Kekaisaran Persia. Seiring waktu, Bukhara berpindang tangan dari satu kekuasaan ke kekuasaan lainnya, seperti Aleksander Agung, kekaisaran Hellenistic Seleucid, Greco-Bactaian, dan Kerajaan Kushan.

Selama masa itu, Bukhara menjadi pusat pemujaan Anahita. Dalam satu putaran bulan, penduduknya biasa merayakan ritual ibadah dengan mengganti berhala yang sudah usang dengan berhala yang baru. Sebelum Islam menaklukan wilayah itu, penduduk Bukhara adalah para penganut agama Zoroaster yang menyembah api.

Kehidupan penduduk Bukhara mulai berubah ketika tentara Islam datang membawa dakwah. Pada akhir tahun 672, Ziyad bin Abihi menugaskan Miqdam Rabi’ bin Haris berlayar dari Irak menuju daerah Khurasan. Miqdam berhasil menaklukan wilayah itu sampai ke Iran Timur. Setelah Ziyad meninggal, Mu’awiyah, Khalifah Bani Umayyah memerintahkan Ubaidillah bin Ziyad untuk menaklukan Bukhara.

Pasukan tentara Islam pertama menjejakan kaki di tanah Bukhara pada 674 M di bawah pimpinan panglima perang, Ubaidillah bin Ziyad. Namun, pengaruh Islam benar-benar mulai mendominasi wilayah itu pada 710 M di bawah kepemimpinan Kutaiba bin Muslim. Seabad setelah terjadinya Perang Talas, Islam mulai mengakar di Bukhara.

Tepat pada tahun 850 M, Bukhara telah menjadi ibu kota Dinasti Samanid. Dinasti itu membawa dan menghidupkan kembali bahasa dan budaya Iran ke wilayah itu. Ketika Dinasti Samanid berkuasa, selama 150 tahun Bukhara tak hanya menjadi pusat pemerintahan, namun juga sentra perdagangan.

Pedagang dari Asia Barat dan Cina bertemu di kota itu. Di kota Bukhara pun berkembang bisnis pembuatan kain sutera, tenunan kain dari kapas, karpet, katun, produk tembaga, dan perhiasan dari emas serta perak dengan berbagai bentuk. Bukhara pun kesohor sebagai pasar induk yang menampung produk dari Cina dan Asia Barat.

Selain itu, karena berada di sekitar Sungai Jihun, tanah Bukhara pun dikenal sangat subur. Buah-buahan pun melimpah. Kota Bukhara terkenal dengan buah-buahan seperti Barkouk Bukhara yang terkenal hampir seribu tahun. Geliat bisnis dan perekonomian pun tumbuh pesat. Tak heran, bila kemudian nama Bukhara makin populer.

Pada era keemasan Dinasti Samanid, Bukhara juga menjadi pusat intelektual dunia Islam. Saat itu, di kota Bukhara bermunculan madrasah-madrasah yang mengajarkan ilmu pengetahuan. Dinasti Samanid pun mulai memperbaiki sistem pendidikan umum. Di setiap perkampungan berdiri sekolah. Keluarga yang kaya-raya menndidikan putera-puterinya dengan sistem home schooling atau sekolah di rumah.

Anak yang berusia enam tahun mulai mendapat pendidikan dasar selama enam tahun. Setelah itu, anak-naka di Bukhara bisa melanjutkan studinya ke madrasah. Pendidikan di madrasah dilalui dalam tiga tingkatan, masing-masing selama tujuh tahun. Keseluruhan pendidikan di madrasah harus ditempuh selama 21 tahun.

Para siswa mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, mulai ilmu agama, aritmatika, jurisprudensi, logika, musik, serta puisi. Geliat pendidikan di Bukhara itu telah membawa pengaruh yang positif dalam penyebaran dan penggunaan bahasa Persia dan Uzbek.

Tak heran, kemampuan penduduk Bukhara dalam menulis, menguasai ilmu pengetahuan serta keterampilan berkembang pesat. Di tanah Bukahara pun kemudian lahir sederet ulama dan ilmuwan Muslim termasyhur.

Pada tahun 998 M, kekuasaan Dinasti Samanid berakhir dan digantikan Dinasti Salajikah. Tak lama kemudian, diambli alih Dinasti Khawarizm. Pada masa itu, status Bukhara sebagai pusat peradaban dan perkembangan Islam masih tetap dipertahankan. Ketika masa kekuasaan pemerintah Sultan Ala’udin Muhammad Khawarizm Syah berakhir, Bukhara sebagai pusat ilmu pengetahuan pun mulai meredup.

Pada tahun 1220 M, peperangan hebat antara pasukan Sultan Ala’udin dengan pasukan Mongol di bawah komando Jengiz Khan meletus. Serangan bruta yang dilakukan 70 ribu pasukan Jengiz Khan tak mampu diredam. Bukhara pun jatuh ke tangan pasukan Mongol. Dengan kejam dan sadis, pasukan Mongol membantai penduduk kota, membakar madrasah, masjid dan bangunan penting lainnya.

Jengiz Khan meluluh-lantakan peradaban dan ilmu pengetahuan yang dibangun umat Islam di Bukhara. Bukhara rata dengan tanah. Ibnu Asir melukiskan kondisi Bukhara dengan kata-kata:ka an lam tagna bi al-amsi (seolah-olah tak ada apa-apa sebelumnya). Cahaya kemajuan peradaban yang ilmu pengetahuan yang terpancancar dari Bukhara pun meredup.

Nasib tragis ini, 38 tahun kemudian dialami pula oleh Baghdad, ketika Hulagu Khan keturunan Jengiz Khan menghancurkan metropolis intelektual abad pertengahan itu dengan bengis dan sadis.

Ulama dan Ilmuwan Besar dari Bukhara

Masa kejayaan Bukhara sebagai pusat ilmu pengetahuan telah melahirkan sederet ulama dan ilmuwan besar dari Bukhara. Hal itu menunjukkan bahwa Bukhara memiliki pengaruh yang besar pada era keemasannya. Di antara tokoh-tokoh besar asal Bukhara itu memberi kontribusi yang besar bagi perkembangan agama Islam dan ilmu pengetahuan itu antara lain: Imam Bukhari

Imama Bukhari
Imam Bukhari terlahir di Bukhara pada 13 Syawal 194 H bertepatan dengan 21 Juli 810 M. Ia adalah ahli hadits termasyhur. Imam Bukhari dijuluki amirul mukminin fil hadits atau pemimpin kaum mukmin dalam hal ilmu hadits. Nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari.

Tak lama setelah lahir, Imam Bukhari kehilangan penglihatannya. Bersama gurunya Syekh Ishaq, ia menghimpun hadits-hadits shahih dalam satu kitab, dari satu juta hadits yang diriwayatkan 80 ribu perawi disaringnya menjadi 7.275 hadits. Ia menghabiskan waktunya untuk menyeleksi hadits shahih selama 16 tahun. Shahih Bukhari adalah salah satu karyanya.

Ibnu Sina
Terlahir di Afsyahnah, Bukhara pada 980 M. Ibnu Sina adalah seorang filsuf, lmuwan sekaligus dokter. Ia dijuluki sebagai ‘Bapak Pengobatan Modern’. Buah pikir dan karyanya dituangkan dalam 450 buku, sebagaian besar mengupas filsafat dan kedokteran. Ibnu Sina merupakan ilmuwan Islam paling terkenal. Hasil pemikiran yang paling termasyhur dari Ibnu Sina adalah The Canon of Medicine (Al-Qanun fi At Tibb).

Selain itu, era tamadun Bukhara juga telah melahirkan sosok ulama dan Ilmuwan sepertih Abu Hafsin Umar bin Mansur Al-Bukhari yang dikenali dengan nama Al-Bazzar, Al-Hafiz Abu Zakaria Abdul Rahim Ibnu Nasr Al-Bukhari, Abdul rahim bin Ahmad Al-Bukhari, dan Abu Al-Abbas Al-Maqdisi Al-Hambali.

Di bidang sastra, Bukhara juga telah menghasilkan sederet sastrawan dan penyair kondang. Para penyair dan sastrawan kelahiran Bukhara telah menisbahkan nama mereka kepada Bukhara. Para penyair dan sastrawan dari Bukhara itu antara lain;i Ar-Raudaky, Fadhil Al-Bukhari, Am’aq Al-Bukhari, Al-Khajandi, Lutfullah An-Naisaburi, serta Ahmad Al-Karamani.

Bukhara di Era Modern

Meski masa kejayaannya telah berlalu pada abad ke-13 M, Bukhara masih memegang peranan yang penting di abad ke-19 M. Menurut Demezon, pada tahun 1833, Bukhara tetap menjadi bagian yang penting dalam kehidupan keagamaan dan budaya di kawasan tersebut.

“Madrasah-madrasah di Bukhara masih terkenal hingga ke Turkistan. Pelajar-pelajar dari Khiva, Kokand, Gissar bahkan dari Samarkand dan kawasan Tatar berbondong-bondong belajar ke Bukhara. Ada sebanyak 60 madrasah di Bukhara yang sukses maupun kurang sukses,” papar Demezon menggambarkan situasi Bukhara di abad ke-19.

Memasuki era modern, Bukhara berada di bawah kekuasaan Rusia. Bukhara pun dijadikan semacam bidak catur dalam ‘permainan besar’ antara Rusia dengan Inggris. Kota itu benar-benar merdeka selama revolusi komunis. Namun, Bukhara akhirnya masuk dalam kekuasaan Uni Soviet.

Menyusul terbentuknya Uni Soviet, Tajiks yang merupakan bagian dari Uzbekistan menuntut kemerdekaan. Rusia yang mendukung Uzbekistan atas Tajiks membenyerahkan kota yang secara tradisional berbahasa dan berbudaya Iran, yakni Bukhara dan Samarkand kepada Uzbekistan.

Copy by : Hasyim – Bintaro Jakarta July 2008

SIAPA PENEMU KIBLAT



SIAPA PENEMU ARAH KIBLAT?

Selama berabad-abad Muslim di seluruh dunia menjalan petunjuk dalam Al-Quran, agar menghadap Qiblat di Mekkah ketika sholat. “… Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya ….” (Alquran 2;144)

Namun, bagi umat Islam yang jaraknya ribuan mil dari kota Makkah, bukan hal yang gampang untuk menemukan arah yang benar untuk sholat atau arah Qiblat. Masalah ini sering menimbulkan kontroversi.

Beberapa mesjid di Kairo, Mesir mempertimbangkan dua arah Qiblat yang berbeda dengan besaran sudut sebesar 10 derajat antara arah satu dengan yang lain, bila diambil garis lurus dari dinding luar mesjid dan dari dinding dalam mesjid.Di Amerika Utara, umat Islam mengambil arah Timur Laut sebagai arah Qiblat, berdasarkan rute lingkaran besar ( jarak terpendek permukaan bumi ) ke arah kota Makkah, sementara umat Islam lainnya mengambil arah Tenggara.

Umat Islam yang hidup di abad pertengahan, menggunakan hitungan matematika yang canggih untuk memecahkan kesulitan dalam menentukan arah Qiblat, sebelum masyarakat Eropa berhasil menemukan metoda yang sama. Ketika orang-orang Eropa meyakini bahwa permukaan bumi rata, para ilmuwan Islam sudah membuat koreksi tentang lengkungan permukaan bumi. Dua bentuk alat yang berhasil ditemukan, membuktikan bahwa ahli matematika Islam pada saat itu jauh lebih maju. Peta dunia dengan pusat kota Makkkah, menunjukkan arah dan jarak ke kota Makkah, dari berbagai tempat di dunia bagi umat Islam di abad pertengahan, dan mereka sudah membuatnya dalam bentuk peta ‘timbul’ yang baru dikenal di oleh dunia barat pada abad ke-20.

Pakar sejarah dari Johann Wolgang Universitas Goethe di Frankfurt, Jerman, David King mengungkapkan,”Saya sudah melakukan penelitian tentang arah Qiblat selama 20 tahun, dan penemuan peta ini sangat mengejutkan saya”. Selama 10 tahun terakhir, King berusaha menemukan siapa pembuat peta-peta itu, dan siapa yang lebih penting siapa yang mendisainnya. Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa peta-peta timbul tersebut dibuat dekat Isfahan, atau yang dikenal dengan negara Iran sekarang, pada saat pemerintahan dinasti Safavid (1502-1722). King meyakini, petak-petak pada peta yang menjadi bagian yang istimewa dari peta tersebut, sudah ditemukan berabad-abad sebelumnya.

Satu dari dua peta bersejarah itu muncul pada tahun 1989, dalam pelelangan di pusat lelang Sotheby, London. Peta yang kedua, dimiliki oleh seorang kolektor yang tidak bersedia disebutkan namanya, yang membeli peta tersebut dari seorang pedagang barang-barang antik di Paris pada tahun 1995. Kedua peta itu sangat mirip, dan diperkirakan berasal dari tempat pembuatan yang sama. Peta-peta tersebut memiliki lebar sekitar 9 inci, dan aslinya dilengkapi dengan 3 alat yaitu kompas, jam matahari, dan alat penunjuk berputar, yang menunjukkan arah dan jarak ke kota Makkah. Peta-peta itu juga menggambarkan garis lintang dan garis bujur, dimana garis lintang digambarkan dengan garis melingkar sedangkan garis bujur digambarkan dengan garis vertical. Lebih dari 100 lubang terdapat pada peta yang terbuat dari campuran tembaga dan timah itu, yang menunjukkan berbagai lokasi berbeda ke arah kota Mekah sebagai pusatnya. Karena fungsinya bukan sebagai alat navigasi, peta-peta penunjuk arah Qiblat itu tidak seperti peta yang kita kenal pada umumnya. Peta tersebut tidak memberikan keterangan daratan, lautan atau sungai.

“Hal itu tidak mengherankan, karena yang mereka butuhkan adalah keterangan tentang garis lengkung permukaan bumi dan motivasi untuk menemukan arah Qiblat,” ungkap seorang ahli sejarah matematika Len Berggren dari Universitas Simon Fraser di Vancouver, Canada. “Yang menjadi kejutan adalah ide membuat peta itu dalam bentuk menyembul,” tambahnya. Bukan hanya garis bujur dan garis lintang yang keduanya menjadi penemuan yang belum pernah terjadi di dunia Islam, tapi ukuran-ukurannya pun sangat tepat sehingga jarak ke kota Mekah dalam petunjuk tersebut, sesuai dengan jarak seperti yang ada sekarang. Kalau garis-garis itu hanya berupa garis lurus, maka teori untuk menemukan arah Qiblat pada peta itu tidak berlaku.

Menurut King, para pembuat peta di Isfahan tidak pernah mengerjakan bentuk lengkung dalam peta itu sendiri, mereka juga melibatkan pakar astronomi bukan para ahli matematika.

Lantas darimana model asli penunjuk Qiblat sebenarnya berasal ? Menurut perkiraan King, pada awal abad ke-19, para ahli astronomi Islam sudah merancang metode untuk menghitung arah Qiblat. Seiring dengan munculnya metode, King menduga peta-peta penunjuk arah Qiblat juga mulai dibuat. Sementara itu, rekan King di Universitas Goethe Francois Charette berteori, bahwa garis lengkung dalam peta untuk menerjemahkan bentuk sama dalam kartografi ( penggambaran peta ). Dugaan lainnya, peta itu didisain oleh seorang pakar yang sangat menguasai ilmu trigonometri. King memperkirakan pelopornya adalah Abu ‘I-Rayhan Al-Biruni (973-1048) ilmuwan Islam abad pertengahan yang hidup di Ghazna, (sekarang Afghanistan) yang juga menulis sejumlah bukun yang sangat berpengaruh, yang membahas secara mendalam tentang Qiblat.

Namun dalam katalog yang dibuat oleh balai lelang Sotheby, saat pelelangan peta itu menuliskan bahwa peta-peta itu merupakan inspirasi bangsa Eropa Barat, dan instrumen bersejarah itu adalah bukti dari hasil asimilasi ilmu pengetahuan yang berkembang di Eropa dan teknologi di Persia pada abad ke-18. Namun interpretasi itu dibantah keras oleh King, dengan mengacu pada bentuk fisik dan bukti sejarah. King berargumentasi, meski para pakar matematika Eropa juga melakukan penelitian untuk menemukan arah Qiblat, ada kenyataan sejarah yang membuktikan bahwa formula tentang bagaimana menemukan arah Qiblat sudah dilakukan oleh ilmuwan Islam pada abad ke-9. Tidak ada bukti para ilmuwan Eropa yang ada di Persia pada saat itu membawa alat seperti peta dengan kota Mekah sebagai pusatnya.

Sampai hari ini, tidak ada petunjuk lain yang memberi titik terang tentang dari mana sebenarnya asal peta penunjuk arah Qiblat itu berasal. Masalahnya, banyak naskah-naskah dalam bahasa Arab yang tidak dipelajari dan dikatalogkan di perpustakaan-perpustakaan di dunia. Naskah-naskah it bisa jadi memuat keterangan-keterangan bagaimana umat Islam pada jaman dahulu menentukan arah Qiblat, dengan metode yang belum dikenal sebelumnya.

Copy by : Hasyim – Bintaro Jakarta July 2008

Senin, 21 Juni 2010

Bulan

Bulan, kenapa kau ada dilangit? Bulan! Bisakah kau turun kebumi? Bulan! Slalu menyinari gunung dan laut dimalam hari,...

Kamis, 03 Juni 2010

HASAN TIRO MENINGGAL DUNIA


Banda Aceh - Deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Hasan Tiro meninggal dunia, Kamis (3/6/2010) sekitar pukul 12.15 WIB. Pria kelahiran Pidie, Aceh, 85 tahun lalu ini meninggal akibat penyakit infeksi paru-paru yang dideritanya. Jenazah akan dimakamkan di sebelah makam pahlawan nasional Chik Ditiro.

"Sudah hampir sepekan ini beliau dirawat di ruang ICCU RSUZA Banda Aceh. Kita semua sangat kehilangan. Karena beliau adalah inspirasi dari rakyat Aceh," ujar Walikota Sabang, Munawarliza Zainal pada detikcom, Kamis (3/6/2010).

Dikatakan Munawarliza, kabar dukacita itu diterimanya dari keponakan Hasan Tiro, Musanna Tiro. Rencanaya, dari RSUZA jenazah akan disemayamkan di rumah dinas Ketua DPRA di kawasan Blang Padang, Banda Aceh. Salat jenazah akan dilakukan di masjid Baiturrahman, Banda Aceh.

Sementara itu, menurut Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda, jenazah akan dimakamkan di Desa Meure, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar. "Jenazah akan dimakamkan di samping makam Teungku Cik Ditiro," ujarnya.

Hasan Tiro dilahirkan di Tanjong Bungong, Pidie sektiar 20 kilometer dari Kota Sigli, pada 25 September 1925. Hasan Tiro merupakan anak kedua dari pasangan Tengku Pocut Fatimah dan Tengku Muhammad Hasan. Ibu Hasan Tiro merupakan cucu dari Tengku Chik Muhammad Saman di Tiro atau yang kita kenal dengan Chik Ditiro.

Pada 4 Desember 1976 bersama rekan-rekannya, Hasan Tiro memproklamirkan Gerakan Aceh Merdeka. Karena gerakan yang dibangunnya ini, Hasan Tiro kemudian menetap di Stockholm, Swedia. Setelah ditandatanganinya perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka Agustus 2005, akhirnya Hasan Tiro kembali ke Aceh. Rabu kemarin, Hasan Tiro kembali mendapatkan kewarganegaraan Indonesia dari Pemerintah Indonesia.

Jumat, 28 Mei 2010

ZAHIR INDONESIA

zahir indonesia, zulfikar,sabang, enzuharisman, enzuscenter



















PKS KOTA SABANG

Galeri Foto PKS Kota Sabang

Sumber: DPD PKS Kota Sabang






RRP DAN SILABUS BAHASA INDONESIA UNTUK SMP KELAS 2

anda butuh RPP dan Silabus SMP kelas 2, donload disini: http://www.ziddu.com/download/8435636/RPPKELAS2SM2.doc.html

Senin, 24 Mei 2010

PERBEDAAN SYIAH DAN SUNI

Berikut ini adalah perbedaan yang sangat menonjol antara agama islam dengan agama syi’ah, yang dengannya mudah-mudahan kaum muslimin dapat mengetahui hakekat sebenarnya ajaran agama syi’ah.
1. Pembawa Agama Islam adalah Muhammad Rasulullah.
1. Pembawa Agama Syi’ah adalah seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba’ Al Himyari. [Majmu' Fatawa, 4/435]
2. Rukun Islam menurut agama Islam:
1. Dua Syahadat
2. Sholat
3. Puasa
4. Zakat
5. Haji
[HR Muslim no. 1 dari Ibnu Umar]
2. Rukun Islam ala agama Syi’ah:
1. Sholat
2. Puasa
3. Zakat
4. Haji
5. Wilayah/Kekuasaan
[Lihat Al Kafi Fil Ushul 2/18]
3. Rukun Iman menurut agama Islam ada 6 perkara, yaitu:
1. Iman Kepada Allah
2. Iman Kepada Malaikat
3. Iman Kepada Kitab-Kitab
4. Iman Kepada Para Rasul
5. Iman Kepada hari qiamat
6. Iman Kepada Qadha Qadar.
3. Rukun Iman ala Agama Syi’ah ada 5 Perkara, yaitu:
1. Tauhid
2. Kenabian
3. Imamah
4. Keadilan
5. Qiamat
4. Kitab suci umat Islam Al Qur’an yang berjumlah 6666 ayat (menurut pendapat yang masyhur).
4. Kitab suci kaum Syi’ah Mushaf Fathimah yang berjumlah 17.000 ayat (lebih banyak tiga kali lipat dari Al Qur’an milik kaum Muslimin).[Lihat kitab mereka Ushulul Kafi karya Al Kulaini 2/634]
5. Adzan menurut Agama Islam:
(Allōhu akbar) 4 kali
(Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali
(Asyhadu anna Muhammadan rōsulullōh) 2 kali
(Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali
(Hayya ‘alal falāh) 2 kali
(Allōhu akbar) 2 kali
(Lā ilāha illallōh) 2 kali
5. Adzan Ala Agama Syi’ah:
(Allōhu akbar) 4 kali
(Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali
(Asyhadu anna Muhammadan rōsulullōh) 2 kali
(Asyhadu anna ‘Aliyyan waliyullōh) 2 kali
(Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali
(Hayya ‘alal falāh) 2 kali
(Hayya ‘alā khoiril ‘amal) 2 kali
(Allōhu akbar) 2 kali
(Lā ilāha illallōh) 2 kali
6. Islam meyakini bahwa sholat diwajibkan pada 5 waktu.
6. Agama Syi’ah meyakini bahwa sholat diwajibkan hanya pada 3 waktu saja.
7. Islam meyakini bahwa sholat jum’at hukumnya wajib. [QS Al Jumu'ah:9]
7. Agama Syi’ah meyakini bahwa sholat jum’at hukumnya tidak wajib.
8. Islam menghormati seluruh sahabat Rasulullah dan meyakini mereka orang-orang terbaik yang digelari Radhiallohu ‘Anhum oleh Allah. [QS At Taubah:100]
8. Agama Syi’ah meyakini bahwa seluruh sahabat Rasulullah telah kafir (Murtad) kecuali Ahlul Bait (versi mereka), salman Al Farisi, Al Miqdad bin Al Aswad, Abu Dzar Al Ghifari. [Ar Raudhoh Minal Kafi Karya Al Kulaini 8/245-246]
9. Islam meyakini bahwa Abu Bakar adalah orang terbaik dari umat ini setelah Rasulullah, kemudian setelahnya Umar bin Al Khatthab, lalu Utsman bin ‘Affan, lalu ‘Ali bin Abi Thalib.
9. Agama Syi’ah meyakini bahwa orang terbaik setelah Rasulullah adalah Ali bin Abi Thalib, adapun Abu Bakar dan Umar bin Al Khatthab adalah dua berhala quraisy yang terlaknat. [Ajma'ul Fadha'ih karya Al Mulla Kazhim hal. 157].
10. Islam meyakini bahwa Abu bakar adalah orang yang paling berhak menjadi khalifah sepeninggal Rasulullah.
10. Agama Syi’ah meyakini bahwa orang yang paling berhak menjadi khalifah sepeninggal Rasulullah adalah Ali bin Abi Thalib.
11. Islam meyakini bahwa Abu Bakar adalah khalifah pertama yang sah.
11. Agama Syi’ah memposisikan Abu Bakar sebagai perampas kekhalifahan dari ‘Ali bin Abi Thalib
12. Islam meyakini bahwa Mu’awiyah bin Abi Sufyan, ‘Amr bin Al ‘Ash, Abu Sufyan termasuk sahabat Rasulullah
12. Agama Syi’ah meyakini bahwa mereka pengkhianat dan telah kafir (Murtad) dari Islam.
Perhatian: Semua yang kami sampaikan ini bersumberkan dari kitab-kitab yang mereka jadikan rujukan dan sebagiannya dari situs resmi mereka.

JAMAAH TABLIGH


Dakwah merupakan tulang punggung agama. Semua Nabi as. Di turunkan di dunia untuk berdakwah. Nabi Muhammad saw sendiri telah mencontohkan perjuangannya dalam berdakwah, begitu pula para sahabat r.a..
Perjuangan dan pengorbanan beliau telah banyak di kisahkan dalam kitab-kitab. Hampir seluruh waktu, harta, bahkan diri mereka habis di gunakan untuk memperjuangkan agama. Dengan sebab perjuangan dan pengorbanan Rasulullah saw, yang kemudian di lanjutkan para sahabat ra, Islam telah menjadi revolusi terbesar yang pernah ada dalam peradapan manusia. Revolusi tersebut meliputi berbagai bidang, termasuk revolusi akhlak dan moral sehingga menjadikan tatanan masyarakat terbaik yang pernah ada. Islam waktu itu telah menunjukkan wibawanya sehingga menjadi kaum yang paling di segani di seluruh dunia. Al-quran dan hadist telah banyak menyebutkan tentang pentingnya dakwah dan tabligh. Tegaknya usaha dakwah sangat mempengaruhi kemajuan dan kemerosotan umat. Banyak wilayah / negara yang dulu jaya dengan ajaran Islamnya kini tinggal bekasnya saja. Hal ini terjadi karena kurangnya kepedulian umat untuk mengamalkan dan mengusahakan agama. Syaikh Muhammad Ilyas rah.a salah satu tokoh yang memahami cita-cita dan perjuangan Rasulullah saw beserta para sahabat ra merasakan kerisauan yang dalam atas ketidak pedulian umat terhadap agama. Apalagi keadaan masyarakat mewat ( India) yang beliau saksikan waktu itu yang jauh dari agama. Hal itu semakin menambah kerisauan dan rasa nyeri di hati beliau yang kemudian berusaha mencari jalan keluar untuk mengubah suasana dan keadaan masyarakat mewat atas dasar cinta beliau kepada Umat Islam. Beliau berusaha menegakkan kembali kepentingan usaha dakwah dan menanamkan kepahaman pada umat tentang pentingnya dakwah untuk di usahakan sebagaimana yang telah di tuntut oleh agama, serta agar setiap individu memiliki rasa tanggung jawab untuk memajukan agama. Akhirnya beliau mengirim rombongan dakwah dari mewat untuk di gerakkan dengan tujuan mempraktekkan kehidupan Islami dan membudayakan usaha dakwah serta usaha amar ma’ruf nahi munkar dalam kehidupan masyarakat. Serta agar berlatih mengorbankan harta, diri dan waktu untuk agama. Sejarah telah menjadi saksi betapa besar pengaruh gerakan dakwah yang di tegakkan kembali oleh Syaikh Muhammad Ilyas rah.a. Dan telah menjadi fakta yang tak terbantahkan andil gerakan dakwah dan tabligh serta usaha perbaikan umat tersebut dalam meninggikan kalimat imaniyah di akhir abad ke-20 ini. Sehingga menjadi tinggilah kepentingan agama di atas kepentingan lainnya dan kepentingan usaha atas agama di atas usaha lainnya. Kemudian orang-orang berbondong-bondong untuk mengutamakan amal daripada mal (harta), menghidupkan sunnah-sunnah dan adab-adab nabawiyah serta menyiapkan diri untuk menjadi pejuang-pejuang agama, dengan mengorbankan harta, diri, dan waktu mereka di jalan Allah (semata-mata mengharap keridhaa-Nya). Karena taufik dan inayah dari Allah swt. sajalah, usaha dakwah dan tabligh tersebut kini telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Allah-lah yang menolong usaha dakwah terswebut dan Allah kuasa untuk menghancurkanya. Pada saat ini dapat di lihat betapa banyaknya manusia yang berbondong-bondong keluar di jalan Allah ke setiap penjuru, bahkan ke setiap sudut perkampungan terpencil dengan semangat, niat, cara dan tujuan yang sama untuk menyebarkan agama, hidayah dan perdamaian. Setiap hari selalu ada jamaah atau rombongan dakwah yang terus di kirim ke berbagai wilayah. Mereka senantiasa mendakwahkan agama siang dan malam, mengingatkan umat bahwa tidak ada jalan menuju kebahagiaan kecuali mengamalkan agama. Tujuan mereka yaitu untuk memperbaiki diri serta agar agama yang telah di turunkan Allah swt dengan sempurna ini bisa wujud dalam kehidupun umat islam seluruh alam (khususnya pada diri pekerja dakwah itu sendiri). Sehingga seluruh kampung-kampung di seluruh alam bisa hidup sebagaimana Madinah Al-munawarah pada jaman Rasulullah saw. Masjid-masjid seluruh alam bisa hidup sebagaimana kehidupan masjid Nabawi pada jaman Rasulullah saw. Serta agar manusia memahami pentingnya kerja atas agama melebihi kerja atas kebendaan. Tidak ada satupun lapisan masyarakat yang tertinggal dalam menyambut seruan untuk dakwah tersebut, dari Ulama-ulama, Hufadz Qur’an, pelajar, orang awam, orang miskin, konglomerat, intelek, pengusaha, pejabat, orang kota, orang desa, sampai bekas preman. Serta telah di amalkan umat di seluruh belahan dunia. Berkat usaha dakwah dan tabligh tersebut telah banyak orang yang hidupnya kelam mejadi terang, banyak orang kembali tobat dari kemaksiatannya. Dalam usaha ini seolah-olah perbedaan suku, bahasa, negara, status sosial menjadi kabur kemudian duduk rapat-rapat sebagai umat akhir jaman yang mempunyai tanggung jawab untuk meneruskan risalah kenabian. Bersatu padu menyatukan fikir dan saling tolong-menolong dalam memperjuangkan agama yang sedang di timpa sakit yang parah ini. Ini juga bukti bahwa dakwah memang ampuh untuk memperkuat persatuan umat dan menghindari perpecahan. Amalan dakwah ini telah bergerak dan berkembang di Afrika seperti Maroko, Al-Jazair, Tunis, dan Libya. Amalan dakwah ini juga bergerak dan berkembang di Perancis, Belgia, Belanda, Albania, Inggris dan Amerika. Juga di Timur tengah seperti Mesir, Jordania, Syiria, Libanon, Yaman dan negara-negara Arab lainnya, di samping juga di negeri tempat asal mula usaha ini berkembang, yakni India. Saat ini sekitar 240 negara telah hidup amalan dakwah ini. Usaha dakwah dan tabligh tersebut bisa berkembang dengan baik meskipun di negara-negara barat yang sangat minoritas Islamnya (seperti Amerika, Eropa, Australi dll). Dengan sebab usaha dakwah di sana, panji-panji Islam semakin berkibar tinggi. Di sana orang-orang semakin berani untuk menampakkan ke-Islamannya. Orang semakin bangga untuk memakai atribut-atribut sunnah seperti sorban dan ghamis. Bahkan banyak orang yang akhirnya masuk Islam asbab usaha dakwah tersebut. Suatu usaha yang besar, berskala dunia dan berkaliber Internasional tentu mengundang reaksi yang besar pula. Berbagai sorotan dan kritikan datang dari segala arah, Ada yang mendukung, simpati, mendorong dan mencintainya. Ada juga yang membenci, dan menghalang-halangi. Hal ini wajar, hampir semua pembaharuan selalu di iringi pertentangan. Namun fakta membuktikan, siapapun yang terjun langsung dalam kerja dakwah tersebut maka akan timbul jazbah (semangat) untuk mengamalkan agama. Dan timbul semangat untuk mendakwahkan agama tersebut kepada orang lain. Tentang asal nama “Jamaah Tabligh”, Pada dasarnya tidak ada penamaan resmi terhadap kerja dakwah ini, dan awal gerakan da’wah tersebut juga memang tidak ada nama khusus. Munculnya nama “Jama’ah Tabligh” terwujud secara alami, sebagaimana jika orang menjual ikan maka orang-orang akan menyebutnya “Penjual Ikan” atau jika orang menjual buah-buahan maka orang-orang akan memanggilnya “tukang buah”. Di kisahkan bahwa Maulana Muhammad Ilyas rah.a. ketika memulai kegiatan dakwah tabligh ini mengatakan, “aku tidak memberikan nama apa pun terhadap usaha ini. Tetapi, seandainya aku memberinya nama, tentu aku menamakannya ‘gerakan iman’”. Beliau menyadari bahwa memberikan satu nama khusus pada kegiatan ini berarti membuat pengelompokan baru pada ummat. Ada umat yang anggota dan yang bukan anggota. Sedangkan dakwah dan tabligh adalah satu amal ibadah seperti sholat, puasa, dzikir, dan sebagainya. Sebagaimana dalam ibadah-ibadah lain tidak ada pengelompokkan dan keanggotaan (misalnya kelompok ahli sholat, ahli puasa, dan lain-lain) demikian pula halnya dengan dakwah dan tabligh. Selain hal itu, dakwah adalah tanggung jawab setiap individu ummat ini yang harus mereka tunaikan tanpa kecuali. Bila di bentuk satu kelompok dakwah, tentu akan timbul kesan bahwa dakwah adalah tugas anggota kelompok dakwah saja. Dengan berbagai pertimbangan itulah Maulana Ilyas tidak memberikan nama terhadap usaha dakwah tabligh. Bahkan, di berbagai wilayah Indonesia orang-orang mempunyai sebutan yang berbeda-beda. Misalnya jamaah silaturahmi, kuba, jaulah, khuruj, osamah, jama’ah tholib, bahkan ada yang menyebut jamaah kompor karena sering membawa kompor kemana-mana. Ada juga sejumlah aktivis da’wah yang kurang senang bila dirinya di sebut anggota jamaah tabligh. Dakwah dan tabligh adalah tanggung jawab seluruh umat bukan tugasnya sekelompok orang tertentu. Namun yang menjadi kesalahpahaman besar, terutama di Indonesia adalah menganggap kerja tersebut hanya milik kelompok tertentu. Padahal di harapkan semua umat ikut ambil bagian dalam kerja dakwah ini sekuat kemampuan yang bisa di berikan. Azas (landasan) dari kerja dakwah tersebut adalah musyawarah yang berdasarkan ruang lingkupnya terbagi dalam beberapa tingkatan musyawarah. Tingkat yang paling besar adalah musyawarah dunia yang biasanya di adakan 2 tahun sekali. Musyawarah nasional biasanya di adakan 4 bulan sekali (Utk Indonesia), kemudian di bagi lagi dalam wilayah-wilayah yang lebih kecil, misalnya musyawarah jawa tengah biasanya 2 bulan sekali, di bagi lagi dalam musyawarah halaqoh (kawasan) biasanya 1 minggu sekali. Sedangkan yang terkecil adalah musyawarah harian yang biasanya di adakan setiap hari di maholla (masjid) masing-masing. Setiap pekerja dakwah juga di anjurkan bermusyawarah setiap hari dengan keluarga di rumahnya masing-masing untuk kemajuan agama (setidaknya kemajuan agama dalam keluarga), sehingga ahli keluarga ikut ambil bagian dalam usaha dakwah. Selain itu juga masih banyak musyawarah-musyawarah lain yang belum di sebutkan di atas karena setiap kerja selalu di awali dengan musyawarah. Dalam musyawarah dunia, perkembangan dakwah di evaluasi, serta di bicarakan terti-tertib yang akan di ambil dalam periode yang akan datang. Sehingga terkadang terjadi perubahan tertib setelah musyawarah dunia. Pembagian-pembagian wilayah dalam peta dakwah tabligh tersebut tidak terpengaruh oleh batas-batas formal yang ada dalam pemerintah. Berdasarkan tempat berdakwah terbagi menjadi dua, yaitu intiqoli dan maqomi. Intiqoli yaitu dakwah di tempat orang lain atau kampung lain dengan berpindah atau dengan melakukan perjalanan dengan masa tertentu. Orang di sekitar tempat yang di datangi di harapkan akan memberi bantuan untuk kerja dakwah sehingga terjalin kerjasama antara pendatang dengan orang tempatan, sebagaimana kerjasama yang terjalin antara Sahabat muhajirin dan anshor di Madinah pada jaman Rasulullah saw. Sedangkan maqomi adalah dakwah di tempatnya masing-masing. Setiap pekerja di anjurkan untuk meluangkan beberapa jam setiap harinya untuk bersilaturahmi dengan orang-orang di sekitar tempatnya masing-masing untuk mendakwahkan agama. Dalam berdakwah juga di kenal istilah amalan secara infirodi dan Ijtima’i. Infirodi yaitu amalan secara individu sedangkan ijtima’i secara berkelompok(berjamaah). Begitu pula dalam berdakwah juga bisa di lakukan secara infirodi maupun ijtima’i. Pekerja dakwah di anjurkan untuk mengikuti tertib-tertib dan arahan-arahan yang di sepakati guna menjalankan dakwah, misalnya ketika keluar di jalan Allah (khuruj fi sabilillah) hendaknya memperbanyak da’wah ilallah, ta’lim wa ta’lum, dzikir wal ibadah,dan khidmat. Mengurangi masa makan dan minum, tidur dan istirahat, bicara sia-sia, keluar dari lingkungan masjid. Menghadapi segala kesulitan dengan sabar. Jangan menyinggung masalah politik, khilafiyah (perbedaan pendapat di kalangan ulama), status sosial, dan derma sumbangan dalam berdakwah (ketika keluar). (Tidak boleh menyinggung masalah politik dan khilafiyah karena membicarakan hal tersebut ketika keluar di jalan Allah bisa menimbulkan perdebatan dan perpecahan di antara jamaah). Dan masih banyak arahan-arahan lainnya. Pada jaman Rasulullah saw, masjid Nabawi menjadi pusat kegiatan umat, dari sana di bentuk jamaah / rombongan dakwah maupun jihad. Di sana juga sebagai pusat belajar-mengajar, pusat beribadah dan pusat melayani umat, Sehingga dalam usaha dakwah dan tabligh ini juga menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan dakwah. Berangkat dari masjid dan kembali lagi ke masjid. Untuk kawasan tertentu ada masjid yang di jadikan markaz (bahasa arab untuk kata centre/pusat). Di situlah biasanya para pekerja dakwah melakukan ijtima’ (pertemuan). Dalam ijtima’ tersebut juga di bentuk jama’ah-jamaah yang akan di kirim ke berbagai tempat untuk berdakwah. Pada malam ijtima’ di adakan bayan (majelis penerangan untuk menerangkan maksud serta tujuan dakwah dan tabligh). Petugas bayan (mubayin) memberikan nasihat serta dorongan kepada para jamaah agar memikul tanggung jawab agama dengan cara mengorbankan sebagian dari harta, diri dan waktu, untuk keluar di jalan Allah. Bayan di akhiri dengan tasykil yaitu tawaran serta bujukan kepada para jamaah untuk mengorbankan sebagian harta, diri dan waktu untuk keluar di jalan Allah dengan masa tertentu dalam rangka mendakwahkan agama. Kemudian orang yang berniat untuk ikut keluar (khuruj fi sabilillah) mendaftarkan diri untuk di data. Di sana juga biasanya di bacakan kitab Hayatus-Shohabah yang berisi perjuangan dan pengorbanan para sahabat untuk agama, sehingga para jamaah bisa meneladani para sahabat r.a. dalam mengamalkan dan memperjuangkan agama. Dengan begitu juga bisa dirasakan bahwa pengorbanan para jamaah belum ada apa-apanya di bandingkan pengorbanan para sahabat r.a dalam membela agama. Orang yang mendapat tugas membaca kitab Hayatus-Sohabah haruslah orang ‘Alim(berilmu). Kelebihan mereka dalam berdakwah adalah kerelaan mereka mengorbankan keperluannya untuk kepentingan dakwah. Mereka rela mengorbankan sebagian harta, diri dan waktu mereka untuk mendakwahkan agama sampai melewati batas pulau dan batas negara. Dalam berdakwah mereka siap di caci dan di maki, hal itu tidak akan menghentikan mereka. Hubungan antara pekerja dakwah ini sangat erat, mereka memiliki kesatuan hati yang sangat kuat, di dalamnya ada kasih sayang, dan semangat mengutamakan orang lain (itsar). Keindahan hubungan mereka dapat di lihat dari ijtima’-ijtima’ yang di adakan. Kasih sayang ini bukan hanya untuk sesama pekerja dakwah saja. Dalam berdakwah jamaah senantiasa berusaha menjalin hubungan dengan baik kepada orang-orang yang di temui. Dalam berdakwah di anjurkan menghindari perdebatan serta berdakwah dengan penuh hikmah dan bijak. Para Da’i di anjurkan menghadirkan sifat okromul muslimin (memuliakan sesama muslim) terutama kepada Ulama yang di jumpai. Tidak ada paksaan dalam menjalankan usaha dakwah ini. Walaupun para masyaikh dan Syuro senantiasa memberi arahan-arahan dan nasihat dalam mengamalkan dakwah, tapi dalam pelaksanaanya apakah akan di amalkan atau tidak kembali kepada setiap individu. Namun alangkah baiknya jika semua orang bisa ikut ambil bagian dalam usaha ini. Usaha dakwah tersebut sangat terbuka, semua orang bisa ikut ambil bagian dalam usaha dakwah. Para masyaikh(ulama) juga senantiasa mengingatkan kepada orang-orang yang bekerja di bawah usaha dakwah tersebut bahwa tujuan utama dalam mengamalkan dakwah tersebut adalah untuk memperbaiki diri (ishlah), memperbaiki orang lain bukanlah tujun utama mereka dalam berdakwah. Amalan dakwah yang telah di konsepkan sangat bagus dan mulia, tapi yang menjalankan dan mengamalkan juga manusia biasa yang datang dari berbagai latar belakang. Tidak mungkin bisa terhindar dari kesalahan. Jika di cari-cari kekurangan mereka, tentu akan banyak di temukan, hal ini wajar. Di antara mereka sudah ada yang bertugas untuk mengarahkan dan meluruskan. Secara realita kondisi umat saat ini pada umumnya sudah jauh dari apa yang di wasiatkan Rasulullah saw. Banyak masjid di bangun namun semakin sedikit yang memakmurkannya. Masjid sudah semakin megah namun semakin sepi dari amalan. Pemuda-pemuda kita lebih bangga menirukan gaya selebriti daripada Nabi kita. Kita sebagai Umat Islam tidak sadar telah ikut terbawa budaya yahudi dan nasrani. Kini agama, satu-satunya yang menjadi sebab kebahagiaan, kemuliaan dan kejayaan dunia akhirat di anggap sesuatu yang tidak penting sehingga di abaikan begitu saja. Dengan memberi ummat kitab tebal kemudian kita cuma berharap agar umat mengamalkanya sementara mereka belum memahami kepentingan agama merupakan perkara yang hampir mustahil. Opini masyarakat terbentuk dari apa yang mereka lihat, masyarakat sudah kesulitan melihat kehidupan islam yang sesungguhnya. Cara bagaimana bermu’amalah, mu’asyaroh, berakhlak yang dulu pernah di ajarkan Rasulullah saw kini telah hilang dari umat Islam. Jika dulu ada yang bertanya bagaimana akhlak Rasulullah saw maka bisa di jawab akhlak beliau adalah Al-quran. Namun saat ini kehidupan Islami seolah-olah hanya di dalam buku-buku saja…… Di jaman sekarang ini, budaya materialisme sudah sangat kental dalam kehidupan masyarakat, masih adanya sekelompok orang yang mau berkorban untuk mendakwahkan agama merupakan suatu rahmat dari Allah swt yang seharusnya kita tolong dan kita syukuri. Thola’albadru‘alaina mintsaniyatilwada’ wajaba syukru ‘alaina maada’alillahida’. (Telah terbit purnama di atas kita muncul dari tsaniyatul wada’, wajib bersyukur atas kita selama masih ada Da’i yang mengajak kepada Allah)…… Billahitaufiq Wal Hidayah

POKOK-POKOK KESESATAN SYIAH

Pokok-Pokok Kesesatan Syiah

Asal-usul Syiah.
Syiah secara etimologi bahasa berarti pengikut, sekte dan golongan. Sedangkan dalam istilah Syara', Syi'ah adalah suatu aliran yang timbul sejak pemerintahan Utsman bin Affan yang dikomandoi oleh Abdullah bin Saba', seorang Yahudi dari Yaman. Setelah terbunuhnya Utsman bin Affan, lalu Abdullah bin Saba' mengintrodusir ajarannya secara terang-terangan dan menggalang massa untuk memproklamirkan bahwa kepemimpinan (baca: imamah) sesudah Nabi saw sebenarnya ke tangan Ali bin Abi Thalib karena suatu nash (teks) Nabi saw. Namun, menurut Abdullah bin Saba', Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman telah mengambil alih kedudukan tersebut.
Keyakinan itu berkembang sampai kepada menuhankan Ali bin Abi Thalib. Berhubung hal itu suatu kebohongan, maka diambil tindakan oleh Ali bin Abi Thalib, yaitu mereka dibakar, lalu sebagian mereka melarikan diri ke Madain. Aliran Syi'ah pada abad pertama hijriyah belum merupakan aliran yang solid sebagai trend yang mempunyai berbagai macam keyakinan seperti yang berkembang pada abad ke-2 hijriyah dan abad-abad berikutnya.
Pokok-Pokok Penyimpangan Syiah pada Periode Pertama:
1. Keyakinan bahwa imam sesudah Rasulullah saw adalah Ali bin Abi Thalib, sesuai dengan sabda Nabi saw. Karena itu para Khalifah dituduh merampok kepemimpinan dari tangan Ali bin Abi Thalib ra.
2. Keyakinan bahwa imam mereka maksum (terjaga dari salah dan dosa).
3. Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para Imam yang telah wafat akan hidup kembali sebelum hari Kiamat untuk membalas dendam kepada lawan-lawannya, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dll.
4. Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para Imam mengetahui rahasia ghaib, baik yang lalu maupun yang akan datang. Ini berarti sama dengan menuhankan Ali dan Imam.
5. Keyakinan tentang ketuhanan Ali bin Abi Thalib yang dideklarasikan oleh para pengikut Abdullah bin Saba' dan akhirnya mereka dihukum bakar oleh Ali bin Abi Thalib karena keyakinan tersebut.
6. Keyakinan mengutamakan Ali bin Abi Thalib atas Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Padahal Ali sendiri mengambil tindakan hukum cambuk 80 kali terhadap orang yang meyakini kebohongan tersebut.
7. Keyakinan mencaci maki para Sahabat atau sebagian Sahabat seperti Utsman bin Affan (lihat Dirasat fil Ahwaa' wal Firaq wal Bida' wa Mauqifus Salaf minhaa, Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-Aql hal. 237). Pada abad ke-2 hijriyah, perkembangan keyakinan Syi'ah semakin menjadi-jadi sebagai aliran yang mempunyai berbagai perangkat keyakinan baku dan terus berkembang sampai berdirinya dinasti Fathimiyyah di Mesir dan dinasti Sofawiyah di Iran. Terakhir aliran tersebut terangkat kembali dengan revolusi Khomaini dan dijadikan sebagai aliran resmi negara Iran sejak 1979.
Pokok-Pokok Penyimpangan Syi'ah Secara Umum:
1. Pada Rukun Iman:
Syiah hanya memiliki 5 rukun iman, tanpa menyebut keimanan kepada para Malaikat, Rasul dan Qadha dan Qadar- yaitu: 1. Tauhid (keesaan Allah), 2. Al-'Adl (keadilan Allah) 3. Nubuwwah (kenabian), 4. Imamah (kepemimpinan Imam), 5.Ma'ad (hari kebangkitan dan pembalasan). (Lihat 'Aqa'idul Imamiyah oleh Muhammad Ridha Mudhoffar dll).
2. Pada Rukum Islam:
Syiah tidak mencantumkan Syahadatain dalam rukun Islam, yaitu: 1.Shalat, 2.Zakat, 3.Puasa, 4.Haji, 5.Wilayah (perwalian) (lihat Al-Khafie juz II hal 18).
3. Syi'ah meyakini bahwa Al-Qur'an sekarang ini telah dirubah, ditambahi atau dikurangi dari yang seharusnya, seperti: "wa inkuntum fii roibim mimma nazzalna 'ala 'abdina FII 'ALIYYIN fa`tu bi shuratim mim mits lih (Al-Kafie, Kitabul Hujjah: I/417)
Ada tambahan "fii 'Aliyyin" dari teks asli Al-Qur'an yang berbunyi:
"wa inkuntum fii roibim mimma nazzalna 'ala 'abdina fa`tu bi shuratim mim mits lih" (Al-Baqarah:23). Karena itu mereka meyakini bahwa: Abu Abdillah a.s (imam Syiah) berkata: "Al-Qur'an yang dibawa oleh Jibril a.s kepada Nabi Muhammad saw adalah 17.000 ayat (Al-Kafi fil Ushul Juz II hal.634). Al-Qur'an mereka yang berjumlah 17.000 ayat itu disebut Mushaf Fatimah (lihat kitab Syi'ah Al-Kafi fil Ushul juz I hal 240-241 dan Fashlul Khithab karangan An-Nuri Ath-Thibrisy).
4. Syi'ah meyakini bahwa para Sahabat sepeninggal Nabi saw, mereka murtad, kecuali beberapa orang saja, seperti: Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifary dan Salman Al-Farisy (Ar Raudhah minal Kafi juz VIII hal.245, Al-Ushul minal Kafi juz II hal 244)
5. Syi'ah menggunakan senjata "taqiyyah" yaitu berbohong, dengan cara menampakkan sesuatu yang berbeda dengan yang sebenarnya, untuk mengelabui (Al Kafi fil Ushul Juz II hal.217).
6. Syi'ah percaya kepada Ar-Raj'ah yaitu kembalinya roh-roh ke jasadnya masing-masing di dunia ini sebelum Qiamat dikala imam Ghaib mereka keluar dari persembunyiannya dan menghidupkan Ali dan anak-anaknya untuk balas dendam kepada lawan-lawannya.
7. Syi'ah percaya kepada Al-Bada', yakni tampak bagi Allah dalam hal keimaman Ismail (yang telah dinobatkan keimamannya oleh ayahnya, Ja'far As-Shadiq, tetapi kemudian meninggal disaat ayahnya masih hidup) yang tadinya tidak tampak. Jadi bagi mereka, Allah boleh khilaf, tetapi Imam mereka tetap maksum (terjaga).
8. Syiah membolehkan "nikah mut'ah", yaitu nikah kontrak dengan jangka waktu tertentu (lihat Tafsir Minhajus Shadiqin Juz II hal.493). Padahal hal itu telah diharamkan oleh Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib sendiri.
Nikah Mut'ah.
Nikah mut'ah ialah perkawinan antara seorang lelaki dan wanita dengan maskawin tertentu untuk jangka waktu terbatas yang berakhir dengan habisnya masa tersebut, dimana suami tidak berkewajiban memberikan nafkah, dan tempat tinggal kepada istri, serta tidak menimbulkan pewarisan antara keduanya.
Ada 6 perbedaan prinsip antara nikah mut'ah dan nikah sunni (syar'i):
1. Nikah mut'ah dibatasi oleh waktu, nikah sunni tidak dibatasi oleh waktu.
2. Nikah mut'ah berakhir dengan habisnya waktu yang ditentukan dalam akad atau fasakh, sedangkan nikah sunni berakhir dengan talaq atau meninggal dunia.
3. Nikah mut'ah tidak berakibat saling mewarisi antara suami istri, nikah sunni menimbulkan pewarisan antara keduanya.
4. Nikah mut'ah tidak membatasi jumlah istri, nikah sunni dibatasi dengan jumlah istri hingga maksimal 4 orang.
5. Nikah mut'ah dapat dilaksanakan tanpa wali dan saksi, nikah sunni harus dilaksanakan dengan wali dan saksi.
6. Nikah mut'ah tidak mewajibkan suami memberikan nafkah kepada istri, nikah sunni mewajibkan suami memberikan nafkah kepada istri.
Dalil-Dali Haramnya Nikah Mut'ah
Haramnya nikah mut'ah berlandaskan dalil-dalil hadits Nabi saw juga pendapat para ulama dari 4 madzhab. Dalil dari hadits Nabi saw yang diwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya Shahih Muslim menyatakan bahwa dari Sabrah bin Ma'bad Al-Juhaini, ia berkata: "Kami bersama Rasulullah saw dalam suatu perjalanan haji. Pada suatu saat kami berjalan bersama saudara sepupu kami dan bertemu dengan seorang wanita. Jiwa muda kami mengagumi wanita tersebut, sementara dia mengagumi selimut (selendang) yang dipakai oleh saudaraku itu. Kemudian wanita tadi berkata: "Ada selimut seperti selimut". Akhirnya aku menikahinya dan tidur bersamanya satu malam. Keesokan harinya aku pergi ke Masjidil Haram, dan tiba-tiba aku melihat Rasulullah saw sedang berpidato diantara pintu Ka'bah dan Hijr Ismail. Beliau bersabda, "Wahai sekalian manusia, aku pernah mengizinkan kepada kalian untuk melakukan nikah mut'ah. Maka sekarang siapa yang memiliki istri dengan cara nikah mut'ah, haruslah ia menceraikannya, dan segala sesuatu yang telah kalian berikan kepadanya, janganlah kalian ambil lagi. Karena Allah azza wa jalla telah mengharamkan nikah mut'ah sampai Hari Kiamat (Shahih Muslim II/1024).
Dalil hadits lainnya: Dari Ali bin Abi Thalib ra. ia berkata kepada Ibnu Abbas ra bahwa Nabi Muhammad saw melarang nikah mut'ah dan memakan daging keledai jinak pada waktu perang Khaibar (Fathul Bari IX/71).
Pendapat Para Ulama
Berdasarkan hadits-hadits tersebut diatas, para ulama berpendapat sebagai berikut:
- Dari Madzhab Hanafi, Imam Syamsuddin Al-Sarkhasi (wafat 490 H) dalam kitabnya Al-Mabsuth (V/152) mengatakan: "Nikah mut'ah ini bathil menurut madzhab kami. Demikian pula Imam Ala Al Din Al-Kasani (wafat 587 H) dalam kitabnya Bada'i Al-Sana'i fi Tartib Al-Syara'i (II/272) mengatakan, "Tidak boleh nikah yang bersifat sementara, yaitu nikah mut'ah".
- Dari Madzhab Maliki, Imam Ibnu Rusyd (wafat 595 H) dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid wa Nihayah Al-Muqtashid (IV/325 s.d 334) mengatakan, "hadits-hadits yang mengharamkan nikah mut'ah mencapai peringkat mutawatir" Sementara itu Imam Malik bin Anas (wafat 179 H) dalam kitabnya Al-Mudawanah Al-Kubra (II/130) mengatakan, "Apabila seorang lelaki menikahi wanita dengan dibatasi waktu, maka nikahnya batil."
- Dari Madzhab Syafi', Imam Syafi'i (wafat 204 H) dalam kitabnya Al-Umm (V/85) mengatakan, "Nikah mut'ah yang dilarang itu adalah semua nikah yang dibatasi dengan waktu, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, seperti ucapan seorang lelaki kepada seorang perempuan, aku nikahi kamu selama satu hari, sepuluh hari atau satu bulan." Sementara itu Imam Nawawi (wafat 676 H) dalam kitabnya Al-Majmu' (XVII/356) mengatakan, "Nikah mut'ah tidak diperbolehkan, karena pernikahan itu pada dasarnya adalah suatu aqad yang bersifat mutlaq, maka tidak sah apabila dibatasi dengan waktu."
- Dari Madzhab Hambali, Imam Ibnu Qudamah (wafat 620 H) dalam kitabnya Al-Mughni (X/46) mengatakan, "Nikah Mut'ah ini adalah nikah yang bathil." Ibnu Qudamah juga menukil pendapat Imam Ahmad bin Hambal (wafat 242 H) yang menegaskan bahwa nikah mut'ah adalah haram.
Dan masih banyak lagi kesesatan dan penyimpangan Syi'ah. Kami ingatkan kepada kaum muslimin agar waspada terhadap ajakan para propagandis Syi'ah yang biasanya mereka berkedok dengan nama "Wajib mengikuti madzhab Ahlul Bait", sementara pada hakikatnya Ahlul Bait berlepas diri dari mereka, itulah manipulasi mereka. Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang lurus berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman Salafus Shalih. Lebih lanjut bagi yang ingin tahu lebih banyak, silakan membaca buku kami "Mengapa Kita Menolah Syi'ah".

AL-QUR'AN DIMATA SYIAH

AL-QUR'AN DIMATA SYIAH


Setiap Syiah harus, sekali lagi harus percaya bahwa Al Qur'an yang ada saat ini tidak otentik dan mengalami perubahan. Tidak percaya? Jangan terburu marah, baca dulu selengkapnya
Jika kita menelaah literatur-literatur syiah, maka akan anda temui banyak riwayat juga pernyataan para ulama syiah yang menegaskan bahwa Al Qur’an yang dijadikan pedoman umat islam saat ini sudah bukan asli lagi, alias sudah dirubah. Jadi kitab suci yang ada pada umat islam sejak dulu sampai hari ini menurut syiah sudah bukan otentik lagi, alias ada ayat-ayat yang bukan lagi wahyu Allah, tetapi ada juga hasil tulisan tangan manusia. Selain diubah, nukilan-nukilan itu juga menyatakan bahwa ada ayat-ayat dalam Al Qur’an yang dihapus. Intinya, Al Qur’an yang ada sekarang ini tidak seperti yang diturunkan oleh Allah pada Nabi Muhammad SAAW.

Sampai di sini para pembaca mungkin merasa heran dan bertanya-tanya, apakah benar syiah menganggap demikian? Mungkin anda pernah mendengar hal ini sebelumnya dan mengklarifikasi kepada teman atau tetangga anda yang syiah, dan dijawab oleh mereka bahwa hal itu semata-mata adalah fitnah dan tuduhan yang dihembuskan oleh musuh-musuh syiah, dari mereka yang ingin memecah belah umat Islam. Lebih jauh lagi, mereka akan menuduh orang yang menebarkan hal itu sebagai antek zionis yahudi. Astaghfirullah

Mengklarifikasikan sebuah tuduhan adalah sikap yang benar, dan seharusnya dilakukan oleh setiap muslim yang objektif, tetapi hendaknya kita tidak salah alamat dalam mengklarifikasi sebuah berita. Seperti kasus kita kali ini, mestinya kita mengklarifikasi tuduhan ini dengan melihat langsung ke literatur syiah untuk mengecek kebenaran berita ini, mengecek apakah benar ada kitab-kitab syiah yang menyatakan demikian atau tidak ada. Mengapa klarifikasi ke tetangga, teman atau dosen anda yang syiah adalah salah alamat? Ada beberapa sebab; bisa jadi teman, tetangga dan dosen anda belum pernah mendapat akses ke literatur itu, bisa jadi dia memang sudah mengakses tetapi dia mengingkari hal itu. bisa jadi dia adalah “anggota biasa” yang tidak tahu apa-apa, banyak kemungkinan. Tetapi semua itu tidak akan mengubah apa yang tercantum dalam kitab-kitab syiah. Di antaranya:

Abu Abdillah berkata: “Al Qur’an yang diturunkan Jibril kepada Muhammad adalah 17 ribu ayat”. Al Kafi jilid 2 hal 463. Muhammad Baqir Al Majlisi berkata bahwa riwayat ini adalah muwathaqoh. Lihat di Mir’atul Uqul jilid 2 hal 525.

Jika kita telaah lagi pernyataan-pernyataan ulama syiah mengenai ingkarnya mereka pada Al Qur’an hari ini, kita akan sampai pada sebuah kesimpulan berbahaya, yang mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Kesimpulan ini berbunyi:
Setiap syiah harus mengingkari keaslian Al Qur’an, jika masih beriman bahwa AL Qur’an sekarang ini adalah asli otentik seperti yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAAW, maka dia bukan syiah.

Ada kalimat lain untuk kesimpulan di atas, yaitu setiap syiah harus meyakini bahwa al qur’an telah dirubah, ditambah dan dikurangi. Seseorang tidak bisa menjadi syiah jika tidak meyakini hal itu. Sehingga dapat kita katakan bahwa seorang syiah terpaksa meyakini hal itu jika masih ingin menjadi syiah. Di sini meyakini adanya penambahan, pengurangan dan perubahan terhadap ayat Al Qur’an menjadi sebuah konsekwensi yang melekat, dan tidak pernah akan lepas, bagi seorang penganut syiah.

Bisa dikatakan juga, mereka yang meyakini bahwa Al Qur’an masih asli tidak pernah akan menjadi syiah.

Saya mohon maaf pada pembaca karena barangkali telah membuat pembaca agak sedikit bingung –plus terkejut-. Tetapi ini adalah kenyataan yang harus kita ketahui. Barangkali anda akan bertanya mengenai hal-hal yang mendasari kesimpulan saya di atas, ini adalah pertanyaan wajar, dan memang saya akan mengetengahkan bukti-bukti dari pernyataan di atas. Saya katakan di atas bahwa yang akan mencapai kesimpulan seperti itu bukanlah saya pribadi, tetapi kita semua, seluruh pembaca makalah ini. Saya mengajak diri saya sendiri dan pembaca yang budiman untuk merasa tidak puas dengan omongan orang tentang sesuatu, sebelum merujuk pada sumber otentik dari sesuatu itu. anda jangan puas hanya dengan mendengar omongan dan –mungkin- bualan dari teman anda, tapi hendaknya kita melangkah jauh untuk memberanikan diri menelaah sumber-sumber otentik mazhab syiah. Pembaca akan mendapatkan apa yang tersembunyi dari mazhab syiah imamiyah, dan kami –team hakekat- berusaha untuk menampilkan sumber otentik lengkap dengan nomor jilid dan halaman.

Telah kita bahas di atas bahwa keyakinan terhadap diubahnya Al Qur’an adalah konsekwensi dari mazhab syiah imamiyah. Ulama syiah klasik benar-benar menyadari hal ini, maka keyakinan tentang perubahan Al Qur’an menjadi sebuah aksioma dalam mazhab syiah –yang tidak bisa diganggu gugat-. Apa yang mendorong para ulama syiah klasik memasukkan keyakinan ini sebagai aksioma? Karena mereka sadar bahwa menolak hal itu sama dengan menolak mazhab syiah. Mari kita simak nukilan dari ulama klasik syiah.

Pertama-tama, mari kita sadari bahwa riwayat dalam kitab literatur syiah yang menggugat keotentikan Al Qur’an hari ini mutawatir dan sangat banyak, sekali lagi, menurut ulama syiah sendiri. Sebuah kenyataan yang membuat setiap muslim bersedih.

1.Al Mufid –Muhammad bin Nu’man- mengatakan:
Banyak sekali hadits-hadits dari para imam yang membawa petunjuk – a’immatil huda- dari keluarga Nabi Muhammad SAAW bahwa Al Qur’an yang ada bukan lagi asli, juga memuat berita tentang orang-orang zhalim yang menambah dan mengurangi isi Al Qur’an. Lihat Awa’ilul Maqalat hal 91.

2.Abul Hasan Al Amili mengatakan:
Ketahuilah, kebenaran yang disimpulkan dari riwayat mutawatir yang akan dipaparkan kemudian, dan riwayat lain yang tidak kami jelaskan di sini, bahwa Al Qur’an yang ada di tangan kita saat itu, telah mengalami perubahan sepeninggal Rasulullah SAAW. Para penulis Al Qur’an sepeninggal Nabi SAAW telah menghapus banyak ayat dan kata dari ayat Al Qur’an.
Muqaddimah kedua dari tafsir Miraatul Anwar wa Mishkatul Asrar hal 36, dicetak sebagai pengantar bagi Tafsir Al Burhan karya Al Bahrani.

Nyata-nyata menuduh para sahabat telah menghapus banyak ayat Al Qur’an. Nampak sekali bahwa yang tertuduh dalam hal ini adalah Usman bin Affan, yang dikenal sebagai pemrakarsa penulisan Al Qur’an, dan penyatuan bacaan Al Qur’an bagi seluruh kaum muslimin. Ini adalah kesimpulan ulama dari riwayat-riwayat yang dianggapnya mutawatir, jadi tidak lagi mengenal adanya “shahih” atau “dhaif”, karena sebuah kesimpulan hanya mewakili person penyimpulnya. Dengan pernyataan ini kita dapat mengambil kesimpulan juga, bahwa Abu Hasan Al Amili tidak beriman pada Al Qur’an yang ada saat ini. Dia telah kehilangan salah satu rukun iman. [Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un]

3.Ni’matullah Al Jaza’iri
Figur yang satu ini lebih memilih untuk percaya riwayat-riwayat mutawatir menurut versinya daripada Kalam Ilahi yang terhimpun dalam Al Qur’an. Katanya:
Dengan menganggap Al Qur’an yang ada sekarang ini adalah mutawatir dari wahyu ilahi, [artinya diriwayatkan secara mutawatir berasal dari Nabi yang menerima wahyu dari Allah], dan meyakini bahwa Al Qur’an yang ada sekarang ini adalah Al Qur’an yang diturunkan oleh Ruhul Amin [Malaikat Jibril] mengandung konsekwensi penolakan terhadap riwayat yang banyak sekali, bahkan mencapai derajat mutawatir, yang menyatakan bahwa Al Qur’an telah dirubah, isinya, kalimatnya dan I’rabnya. Padahal ulama mazhab kami telah sepakat bahwa riwayat itu valid adanya dan mereka yakin pada isi riwayat itu. Al Anwar An Nu’maniyah jilid 2 hal 357.

Kita lihat seluruh ulama syiah sepakat menerima riwayat yang menggugat Al Qur’an, yang menuduh Al Qur’an kaum muslimin saat ini telah dirubah, dan bukan asli lagi. Ini bukan lagi tuduhan, tetapi pernyataan dari ulama syiah sendiri.
keyakinan di atas mengandung sekian banyak konsekwensi, di antaranya, menganggap kaum muslimin yang berpegang pada Al Qur’an yang ada saat ini adalah sesat, karena berpedoman pada kitab suci yang sudah dirubah oleh “tangan-tangan kotor”.

4. Al Allamah Al Hujjah Sayyid Adnan Al Bahrani
riwayat tak terhitung banyaknya, yang menerangkan bahwa Al Qur’an telah dirubah, sungguh banyak, melebihi derajat mutawatir. Masyariq Asy Syumus Ad Durriyah, hal 126.

5.Sulthan Muhammad Al Khurasani
Mengatakan dalam kitabnya, Tafsir Bayanus Sa’adah fi Maqamatil Ibadah, cet. Muassasah Al A’lami hal 19

6.Begitu juga Husein Nuri Thabrasi, yang getol menyatakan Al Qur’an telah dirubah, sampai-sampai dia menulis sebuah kitab yang diberi judul Fashlul Khitab fi Itsbati Tahrifi Kitabi Rabbil Arbabi [pemutus ucapan, pembuktian bahwa kitab Allah telah dirubah]. Kita simak ucapannya dalam kitab di atas hal. 227 :
Hadits yang memuat hal itu [perubahan Al Qur’an] berjumlah lebih dari 2000 hadits, sejumlah ulama besar menyatakan banyaknya riwayat yang menyatakan hal itu, seperti Al Mufid, Al Muhaqqiq Ad Damad, Majlisi dan lainnya.

7. Muhammad Baqir Al Majlisi
ketika membahas hadits riwayat Hisyam bin Salim dari Abu Abdillah Alaihissalam; Sesungguhnya Al Qur’an yang diturunkan oleh Jibril Alihissalam kepada Muhammad SAAW ada 17000 ayat. Majlisi mengomentari riwayat ini: [riwayat ini] dipercaya, dalam cetakan lain tertulis Hisyam bin Salim di posisi Harun bin Salim. Riwayat ini shahih, seperti sudah diketahui bahwa riwayat ini juga banyak riwayat shahih yang menerangkan dengan jelas bahwa Al Qur’an yang ada saat ini telah dikurangi dan diubah, bagi saya hadits-hadits yang menyatakan perubahan Al Qur’an mencapai derajat mutawatir ma’nawi. Menolak riwayat ini mengharuskan kita untuk menolak seluruh riwayat [hadits Ahlulbait]. Saya kira hadits yang mengatakan hal ini[perubahan Al Qur’an] tidak kalah banyak dari riwayat hadits yang membahas imamah, bagaimana masalah imamah bisa dibuktikan dengan riwayat? Mir’atul Uqul, jilid 12 hal 525.

Maksudnya, bagaimana masalah imamah bisa didasarkan dari dalil riwayat ahlulbait jika riwayat mengenai perubahan Al Qur’an ditolak? Karena kitab-kitab yang memuat riwayat dari para imam Ahlulbait, yang dijadikan rujukan bagi mazhab imamiyah [tentang imamah dan nash] juga memuat riwayat tentang perubahan AL Qur’an. Maka Syiah tidak dapat mengingkari riwayat tentang perubahan Al Qur’an, karena mengingkari riwayat perubahan Al Qur’an berarti menolak riwayat tentang imamah dan penunjukan para imam, menolak riwayat mengenai imamah berarti menggugurkan mazhab syiah, karena mazhab syiah imamiyah hanya bersandar pada riwayat-riwayat dari ahlulbait mengenai imamah. Berarti konsekwensi dari mengimani prinsip imamah dalam syiah adalah percaya terhadap perubahan Al Qur’an. Ini berarti seluruh umat syiah wajib meyakini perubahan dan pengurangan Al Qur’an, jika masih ingin meyakini imamah.

Perhatikan lagi pernyataan Majlisi, yang menjelaskan bahwa menolak riwayat perubahan Al Qur’an berarti menolak seluruh hadits dan riwayat syiah.ENZUS CENTER/ENZUHARISMAN
[Bersambung]

Kamis, 20 Mei 2010

SURVIVAL/PERSIAPAN MENDAKI GUNUNG

PERSIAPAN MENDAKI GUNUNG DAN MASUK HUTAN( HIKING)
Oleh : Enzuharisman, S. Pd

Cerita ini saya tulis khusus bagi tuan-tuan yang gemar berpetualangan kehutan dan hobi mendaki gunung. Ini hanyalah pengalaman yang tak terlupakan ketika saya dan kawan-kawan dari ZAHIR Indonesia mendaki gunung Sarung Keris (gunung kedua tertinggi dipulau Sabang) dimana pada waktu itu kami kehabisan bekal, menolong kawan yang tak sanggub berjalan, kehilangan arah dan terputusnya komunikasi dengan penunjuk jalan yang sudah duluan berjalan kedepan . Untuk itulah tuan-tuan perlu menyiapkan beberapa hal sebelum Mendaki gunung atau menjelajahi hutan rimba (hiking) diantaranya adalah:
1. Perbekalan makanan, pilihlah makanan yang ringan tapi mengenyangkan dan berenergi seperti: Roti Kabin, roti TB, Nasi bungkus, Martabak dan lain-lain yang tahan basi.
2. Minuman, sebanyak apapun minuman yang kita bawa pasti tak mencukupi perbekalan kita diperjalanan, tapi tuan-tuan tak perlu kuatir, sebab hutan banyak menyediakan air, seperti mata air, dan paling kurang dalam pohon rotan dan bak trieng. Dengan itu jangan lupa bawa parang yang tajam.
3. Alat komunikasi, salah satu alat komunikasi yang paling efektif jika kita berpetualangan dihutan rimba adalah HT (Handy Talky) perangkat ini dapat beroperasi dengan tanpa menggunakan sinyal atau satelit. Karena perlu tuan-tuan ketahui bahwa dihutan rimba, kadang kala kita tidak akan menemukan sinyal HP. (jangan lupa baterai cadangan)
4. Peta, ini perlu dibawa untuk mengetahui arah tujuan kita.
5. GPS (Global Positioning Satelit), Alat ini berfungsi untuk mengetahui posisi kita jika tersesat, dan memudahkan tuan-tuan mencari arah tujuan.
6. Kompas, adalah alat penunjuk arah yang paling klasik dan kuno, sampai Sekarang orang belum menemukan penggantinya. Dengan alat ini tuan-tuan dapat melihat arah kiblat, membantu arah mencari mata angin, tegangan listrik dll
7. Parang yang tajam dan kuat, parang sangat membatu kita dalam menyelamatkan diri dari serangan binatang buas, memotong bak trieng dan rotan untuk mengambil air minum, membuat tenda darurat, membuat tandu darurat dari pohon, pembersih rintangan seperti pohon berduri yang menghalangi jalan dll.
8. Baju anti hujan/mantel. Coba tuan-tuan bayangkan jika tiba-tiba turun hujan lebat ditengan hutan, untung ana ada bawa mantel.
9. Sepatu, pokoknya kuat, tidak jebol dan tidak tembus bila kena duri hutan. Sebaiknya menggunakan sepatu yang tahan air dan punya bunga yang menggigit.
10. Senter, alat penerang jika malam tiba.
11. Tali, biar kecil asal kuat, Sangat berguna untuk membuat tandu darurat, mendaki dan menuruni areal terjal dll.
12. Garam dapur. Selain rajanya segala kuah, garam dapur juga berfungsi sebagai tameng dari serangga, ular dan pacat hutan yang ditabur disekelilingi tenda.
13. Kamera, pasti tuan-tuan sudah sangat tau fungsinya
14. korek api atau mancis.




15. Obat-obatan, Bawalah obat-obatan yang sifatnya sangat pribadi, seperti obat sakit kepala, obat sakit perut, obat mual, obat-obatan luka luar, pembalut luka, pembersih luka/alcohol, balsem, minyak kayu putih dll yang dianggab sangat perlu.
16. Bawang putih, digosok kesesuatu untuk mengusir ular.
17. Al-Qur’an saku.
18. Buku petunjuk shalat praktis.
19. Kaos kaki tebal 2 pasang
20. Sarung tangan
21. Topi rimba/pet
22. Sleeping bag/materas
23. Jacket tebal
24. Alat tulis
25. Kantong plastic Packing, jika hujan
26. Ransel anti hujan (60 L)
27. Peluit
28. Alat memasak darurat lengkap dengan bahan baker (kapur barus)
29. Kuali kecil
30. dll



Sekilas Pengetahuan Survival


Dengan pengetahuan survival (bertahan hidup) yang andal, tuan-tuan seperti mempunyai jurus pamungkas yang sewaktu-waktu bisa dikeluarkan di saat posisi terjepit. Sebagian dari ilmu survival itu adalah pengetahuan tentang aneka tumbuhan liar yang layak dan aman untuk dimakan. Menurut para ahli, 10% dari keseluruhan jenis tumbuhan berbunga di dunia ada di indonesia. Artinya kita memiliki kurang lebih 25.000 jenis tumbuhan berbunga. Jika ditambah dengan tumbuhan tak berbunga dan jamur, maka jumlahnya akan berlipat-lipat.

Adapun cirri-ciri dari tumbuhan/buahan yang biasa kita makan yang perlu tuan-tuan ketahui diantaranya adalah:

1. Setiap tumbuhan yang dimakan oleh satwa liar maka boleh dimakan oleh manusia. Baik berupa daun-daunan, umbi-umbian, buah-buahan maupun berbentuk batangan seperti batang pisang, sagu, kelapa dll. Ingat ganja juga dimakan oleh binatang buas, tapi tuan-tuan saya larang!!
2. Daun-daunan yang berbau Manis, rasakan sedikit. Jika terasa enak makanlah alakadarnya.
3. Sementara itu beberapa jenis tumbuhan yang mungkin ditemui di hutan dan dapat dimakan meliputi beragam jenis. Di antaranya keluarga palem-paleman, misalnya kelapa, kelapa sawit, sagu, nipah, aren, dan siwalan. Bukan hanya bagian umbutnya (bagian ujung batang muda dan berwarna putih) yang bisa dimakan, tapi juga buahnya (seperti kelapa dan siwalan).
4. Jenis jambu-jambuan yang masuk dalam keluarga myrtaceae juga banyak dijumpai di hutan. Ciri-ciri myrtaceae adalah daunnya berbau agak manis jika diremas. Bunganya memiliki banyak sekali benang sari dengan buah yang enak dimakan. Tumbuhan semak dari keluarga begonia juga bisa jadi penyelamat dalam keadaan darurat.daun begonia umumnya berbentuk jantung tidak simetris. Beberapa jenis dijadikan tanaman hias. Bila tangkai daunnya yang masih muda dikupas dan dimakan, rasanya masam dan sedikit pahit.
5. Beberapa jenis keladi umbinya bisa dimakan, meski pada jenis lain umbinya menyebabkan gatal di mulut dan bibir. Untuk itu dianjurkan untuk tidak sembarangan melahap keladi hutan. Sebaiknya dicoba dulu dalam jumlah kecil. Hindari makan iles-iles ( amorphophallus sp.) tumbuhan merambat dan melilit di pohon lain, bisa dimakan jika lilitan batang ke arah kanan (searah dengan jarum jam). Di antaranya gembili ( dioscorea aculeata), gembolo ( dioscorea bulbifera), ubi rambat. Tapi bila arah lilitannya ke kiri (berlawanan arah jarum jam) dan batangnya berduri, harus ekstrahati-hati.
6. Rebung, seperti rebung bambú yang masih muda, rebung kelapa, rebung rotan (gue simueleng rasanya agak pahit, sebaiknya dibakar dulu) dan rebung sagu yang biasanya banyak terdapat dihutan belantara.



Bagai mana cara mencoba tumbuhan yang akan dimakan?

cara mencoba tumbuhan yg belum kita kenal sebelum dimakan adalah sebagai berikut:

1. Oleskan pada kulit tangan tunggu beberapa saat jika terasa gatal waspada mungkin itu tumbuhan beracun.

2. Bila di tangan tidak gatal coba oleskan di pipi dan jika gatal hati-hati bisa jadi kurang aman untuk dimakan.


3. Bila di tangan dan pipi tidak gatal jangan dimakan dulu, oleskan pada bibir karena bibir adalah bagian paling sensitif. Tunggu beberapa saat bila terasa gatal berarti tumbuhan tersebut tidak layak untuk di makan. Dan bila tidak gatal berarti aman untuk di makan.

Ciri-ciri tumbuhan yang membahayakan

1. Tumbuhan yang mempunya bulu yang tebal, seperti kemaduh dan jelatang. Bila terkena kulit kita akan terasa gatal dan panas, tapi tua-tuan tak usah kuatir, segera ambil akarnya tumbuk sampai pecah 3 atau 4 lalu gosok-gosokkan kekulit yang gatal, insya Allah Allah akan sembuhkan. Ingat jenis jelatang gajah sangat berbahaya.
2. Tumbuhan lain yang perlu disingkirkan adalah tanaman yang daunnya bergetah pekat, berwarna mencolok, berbulu, atau permukaannya kasar.
3. Jenis gadung( dioscorea hispida), yang beracun, walau tetap dapat dimakan setelah melalui proses pengolahan khusus.
4. Jenis Namur tertentu, Untuk mengetahui jamur itu beracun atau tidak, bisa dilihat dari bentuk, warna, dan tempat tumbuhnya. Sementara di laboratorium, bisa dilakukan analisis secara kimiawi maupun dengan hewan percobaan. Tetapi jika sedang dihadapkan pada masalah mendesak survival di hutan belantara, mustahil bisa pergi ke laboratorium dulu untuk memastikan apakah jamur yang ditemukan itu beracun atau tidak. Karena itu kita perlu mengenal jamur-jamur yang biasa dikonsumsi masyarakat. Untuk menghindari makan jamur liar beracun, perlu diketahui ciri-cirinya. Yaitu, warna payungnya gelap atau mencolok misalnya biru, kuning, jingga, merah. Perkecualian untuk jamur kuping dengan payung coklat yang toh juga dapat dimakan. Bau tidak sedap lantaran kandungan asam sulfida atau amonia juga sekaligus menunjukkan jamur tersebut tak layak konsumsi.

Tahukah anda, beberapa jenis jamur ada yang memiliki cincin atau cawan pada tangkainya, misalnya jenis amanita muscaria, dalam bahasa jawa disebut supa-upas. Bentuknya seperti payung putih kekuningan, bagian payungnya warna merah bintik-bintik putih. Awas, racun pada jamur ini tergolong racun kuat. Beda dengan jamur merang ( volvariella volvacea), meski mempunyai cincin tetapi bisa dimakan. Jamur beracun umumnya tumbuh di tempat kotor, misalnya pada kotoran hewan dsb. Mereka dapat berubah warna jika dipanasi. Jika diiris dengan pisau perak atau digoreskan pada perkakas perak akan meninggalkan warna biru. Warna biru ini disebabkan kandungan sianida atau sulfida, yang beracun. Sementara nasi akan berwarna kuning jika dicampur jamur beracun. Petunjuk lain, ia juga tidak dimakan oleh hewan liar. Repotnya jenis jamur ini juga berbahaya kalau sampai sporanya menempel pada kulit, karena dapat menyebabkan kulit gatal, bahkan melepuh.

Bagaiamana ciri-ciri orang yang keracunan jamur? Selidikilah, apakah ia pusing, perut sakit terutama ulu hati, mual, sering buang air kecil, tubuh lemas, pucat? Jika ia muntah, adakah darah pada muntahannya? Racun akibat jamur cukup ganas juga, kalau tidak tertolong korban bisa meninggal setelah 3 - 7 hari. Sebelum dimakan, tumbuhan liar di hutan sebaiknya dimasak dulu untuk mengurangi dampak buruk seperti diare dan alergi.

Bagaimana jika keracunan?

Bagaimana kalau sedang coba-coba makan tumbuhan hutan lantas keracunan? Masih ada upaya menetraliskan. Upayakan untuk memuntahkannya dengan jalan “dipancing-pancing”. Jika sudah muntah minumlah air kelapa. Pil norit mungkin bisa juga membantu mengurangi kadar racun, kalau ada.

Ciri-ciri hewan hutan yang boleh dimakan

Hewan/binatang hutan yang boleh dimakan adalah seluruh hewan yang dihalalkan oleh agama. Seperti belalang, ikan, rusa hutan, kancil, kelinci, madu lebah jenis burung seperti beureugom, rampineung, beuruak, dll yang disembelih atas nama Allah. Namun apa bila Sangat darurat maka semua binatang yang ada didepan tuan-tuan boleh dimakan asal tidak beracun. Dianjurkan untuk mempelajari kembali tentang hewan yang halal diimakan kepada ustad atau tengku yang yang ada ditempat anda.

Hewan berbahaya

Ada beberapa jenis hewan yang anda harus berhati-hati bahkan menjauh bila jumpa dengannya seperti harimau, Ular, serigala, kala jengking, kerbau liar, benteng, beruang, kelelawar penghisab darah, pacat…iiihhh, dll

Trik Menghadapi hewan berbahaya

Apa bila jumpa dengan harimau (rimueng) segera anda berbentuk lingkaran bulat dengan teman-teman anda, seraya mengeluarkan parang dan jangan sesekali membelakanginya, karena harimau biasanya akan menerkam tengkuk anda dari belakang. Atau bila anda seorang diri segera punggung anda rapatkan ke pohon besar seraya menatap mata harimau dengan parang terhunus sambil mengucap asma Allah, sebab tubuh anda sudah Sangat dekat dengan kubur. Kalau dia mendekat maka tebaslah, usahakan untuk memanjat pohon yang tinggi, ingat anda atau harimau yang jadi pemenang!

Bila jumpa dengan ular (uleu) disarankan untuk menjauh, dan menghindari berdiri dipohon kayu atau tonggak, karena ular dengan sangat mudah melilit anda. Dengan itu siapkan parang terhunus, waspadai segala kemungkinan sambil berdo’a didalam hati. Bila ada garam lemparkan ketubuhnya, nyalakan api kalau memungkinkan, kalau ada bawang putih gosok-gosokan kekesesuatu, karena ular sangat alergi terhadap bau bawang putih. Berteriaklah minta tolong kepada teman anda.

Bagaimana menghadapi beruang (cagee)? Beruang akan menyerang manusia dengan tangan dan kaki sebelah kirinya, dengan itu tuan-tuan harus menghindari sebelah kiri beruang. Ingat beruang sangat kuat, tubuh kita bisa dirobek dua hanya dengan sekali hayun. Tapi beruang tidak kuat dalam berlari, dengan itu keputusan untuk melarikan diri jika kepepet dengan beruang itu sangat tepat. Ingat jangan coba-coba manjat pohon. Sebab pohon memang tempat mainnya....

Jika anda berhadapan dengan kerbau liar (keubeu uteun), hindari warna merah yang ada ditubuh anda. Segera panjat pohon, jika sudah sangat mendesak rebahlah badan anda ketanah, kerena kerbau tidak bisa menyeruduk tanah. Hati-hatilah dari injakan kakinya...

Satu lagi yang perlu diingat dalam menghadapi binatang adalah berkeyakinan bahwa mereka juga ciptaan Allah, dengan itu mintalah pertolongan kepada Allah semata.

Bagaimana jika tersesat/terpisah dari rombongan?

Kata nabi kita“domba yang terpisah dari rombongannya akan dimangsa serigala“ dengan itu bersiap-siaplah anda untuk dimangsa???? Jangan kuatir ada beberapa cara agar anda bisa kembali bersatu dengan rombongan. (1) mintalah rombongan untuk berhenti berjalan lewat Handy talky (HT) kemudian mintalah mereka berteriak dengan satu kata misal “huuk” lalu cari arah teriakan sambil melanjutkan teriakan “huuk” ingá allah pertemukan kembali dengan rombongan. Bagai mana kalau anda tidak mempunya HT? Berteriaklah sekuat tenaga hingga teman-teman anda mengetahui kalau anda tersesat, apa bila teman anda telah merespon mintalah mereka berhenti dan lanjutkan teriakan hingga anda kembali bersama rombongan. Ingat!!!sebaiknya teriakan jangan meniru suara binatang hutan, tapi buat kode-kode darurat sesuai dengan kesepakatan sebelum anda memasuki hutan…..ini sangat penting!!

Supaya tidak terpisah dengan rombongan (tersesat)

Ada beberapa trik agar anda tidak terpisah dengan kawan: (1) Pilihlah satu orang pemimpin rombongan (amir rombongan) (2) Buat pasukan dengan satu baris panjang (seperti jalan bebek). Usahaka orang yang paling depan adalah orang yang paling paham tentang hutan (dalil) (3) hendaklah pemegang HT (Bankom) satu orang disiagakan dibarisan depan, tengah dan paling kurang dua orang dibarisan paling belakang. (4) Jika terjadi sesuatu seperti kecapean, Luang air kecil dll mintalah semua pasukan untuk berhenti. (5) Usahakan istirahat dengan teratur, dan selalu mengecek jumlah pasukan dalam settiap saat (6) perbnyaklah berzikir dan kurangilah senda gurau.

Bagaimana jika rombongan anda tersesat di hutan besar?

Ini adalah resiko yang sangat ditakuti oleh para hamba yang gemar berpetualangan kehutan-hutan besar. Tapi jangan kuatir masih ada beberapa usaha yang dapat anda lakukan dan insya Allah menjadi harapan…..!!

1. Lihatlah peta, dan cocokkan arah perjalanan dengan arah mata angin yang ada pada kompas. Lalu lanjutkan perjalanan terus menerus dengan posisi jarum kompas yang sudah anda putuskan. Ingat perjalanan lurus jangan sedikitpun meleset. Anda pasti akan menemukan tepi hutan walaupun tidak sesuai rencana. (mungkin perjalanan berhari-hari, tidak sesuai agenda, finis ketempat lain dll) yang penting anda selamat.
2. Bila GPS berfungsi, anda segera membuat pekiraan! tepi hutan mana yang paling dekat dengan posisi anda? Bantukah dengan peta dan kompas.
3. Usahakan terhubung Pregwensi radio dengan RAPI terdekat, bila berhasil kirimkan pesan darurat kepada mereka.
4. Bila semua usaha gagal, bersiap-siaplah jadi orang hutan…..